Pj Bupati Bekasi, dani Ramdan saat memberikan bonus secara simbolis kepada atlet gantole Ricko Bahiudin yang berhasil meraih medali emas pada nomor ketepatan mendarat beregu putra dan medali perunggu di nomor ketepatan mendarat perorangan putra PON Papua, Minggu (03/10).
Pj Bupati Bekasi, dani Ramdan saat memberikan bonus secara simbolis kepada atlet gantole Ricko Bahiudin yang berhasil meraih medali emas pada nomor ketepatan mendarat beregu putra dan medali perunggu di nomor ketepatan mendarat perorangan putra PON Papua, Minggu (03/10).

Pemkab Bekasi Beri Bonus Atlet Peraih Medali di PON Papua

BERITACIKARANG.COM, CIKARANG PUSAT – Pemerintah Kabupaten Bekasi memberikan bonus kepada atlet asal Kabupaten Bekasi yang membela kontingen Jawa Barat dan berhasil meraih medali pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2-15 Oktober 2021.

Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan mengatakan Pemerintah Kabupaten Bekasi telah menyiapkan bonus kepada atlet-atlet berprestasi dengan rincian Rp50 juta bagi peraih satu medali emas kemudian peraih perak diganjar Rp35 juta serta Rp20 juta bagi atlet peraih medali perunggu.

“Hari ini kami dari Pemkab Bekasi sengaja ke Papua untuk memberikan semangat kepada atlet dari Kabupaten Bekasi,” katanya, Minggu (03/10).

Dalam kesempatan itu Dani memberikan bonus secara simbolis kepada atlet gantole Ricko Bahiudin yang berhasil meraih medali emas pada nomor ketepatan mendarat beregu putra dan medali perunggu di nomor ketepatan mendarat perorangan putra.

Dia mengaku pemberian bonus tersebut merupakan stimulus atlet agar mampu memacu semangat hingga mendapat hasil maksimal yakni pulang ke Kabupaten Bekasi dengan membawa medali.

“Semoga menjadi rangsangan bagi atlet-atlet lain untuk memacu prestasi karena banyak juga atlet kita yang membela Jawa Barat di ajang PON Papua ini, 90-an hampir 100 atlet, belum pelatih, ofisial dan lainnya. Semoga mampu mengharumkan nama Jawa Barat dan Kabupaten Bekasi khususnya,” ucapnya.

Dani mengatakan bonus bagi atlet peraih medali bisa dicairkan segera pada tahun depan mengingat Kebijakan Umum Perubahan Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUPA-PPAS) 2021 baru saja disepakati pada Kamis 30 September 2021  lalu sehingga tidak bisa dicairkan tahun ini.

“Untuk bonus ini secara simbolis kami sampaikan, pemberiannya tahun depan ya, karena PON ini berbarengan dengan perubahan anggaran yang sudah diketok kemaren KUA PPAS-nya, jadi tidak bisa diajukan di perubahan tahun ini,” katanya.

Dia mengaku bonus para atlet diupayakan dianggarkan pada APBD 2022 sehingga selambat-lambatnya akan diterima para atlet pada Bulan Februari 2022 mendatang.

“Tapi di tahun depan saya minta Pak Kadispora untuk dikawal, begitu APBD mau diketok, biasanya akhir Desember sudah bisa diajukan, Januari prospek pengajuan, jadi setelat-telatnya Februari sudah sampai kepada yang berhak. Kemudian ditambah (bonus) dari provinsi juga biasanya,” kata dia.  (Ist)