Pelajar SMP di Cikarang Utara Jadi Korban Penganiayaan dan Pengancaman

BERITACIKARANG.COM, CIKARANG UTARA – Seorang pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) berinisial ME (13) warga Kampung Pulo Kapuk, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi diduga menjadi korban penganiayaan dan pengancaman.

Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (01/03) malam sekitar pukul 21.00 WIB, setelah korban selesai melaksanakan sholat tarawih dan bermain bersama teman-temannya di dekat rumah. Akibat insiden tersebut, ME mengalami luka lebam di bagian pelipis mata.

Bacaan Lainnya

“Saya tahunya setelah anak saya cerita kalau dia telah ditampar beberapa kali oleh pelaku hingga mengalami luka lebam,” ujar Tika orang tua ME saat dikonfirmasi, Senin (02/03).

BACA: Kasus Kekerasan Meningkat, Pemkab Bekasi dan DPRD Bahas Raperda Perlindungan Perempuan dan Anak

Berdasarkan informasi yang diterima, kejadian bermula ketika salah satu teman korban tiba-tiba berteriak saat pelaku melintas. Teriakan tersebut diduga membuat pelaku tersinggung hingga akhirnya menampar wajah korban sebanyak tiga kali.

Tidak hanya itu, saat korban mencoba melarikan diri, pelaku masih sempat mengancam dengan kata-kata kasar, “mati lo ya.”

Tika mengaku sangat kecewa dan tidak terima atas perlakuan yang diterima anaknya. “Jika anak saya ada kesalahan, cukup diberikan nasihat saja tanpa harus dianiaya,” tegasnya.

Keluarga ME mengaku telah melaporkan kasus dugaan penganiayaan dan pengancaman ini ke Polsek Cikarang Utara. Mereka berharap pihak kepolisian dapat segera menangkap pelaku agar tidak ada lagi kasus serupa yang menimpa anak-anak di wilayah tersebut. (DIM)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Pos terkait