Munggahan, Sate Maranggi Mbah Goen Diserbu Pengunjung

Menjelang Ramadhan, aktivitas masyarakat Kabupaten Bekasi meningkat. Tradisi munggahan masih menjadi cara untuk menyambut bulan suci ini, salah satunya dengan mendatangi Sate Maranggi Mbah Goen di objek wisata Kawung Tilu Bojongrangkas, Desa Cipayung, Kecamatan Cikarang Timur.
Menjelang Ramadhan, aktivitas masyarakat Kabupaten Bekasi meningkat. Tradisi munggahan masih menjadi cara untuk menyambut bulan suci ini, salah satunya dengan mendatangi Sate Maranggi Mbah Goen di objek wisata Kawung Tilu Bojongrangkas, Desa Cipayung, Kecamatan Cikarang Timur.

BERITACIKARANG.COM, CIKARANG TIMUR – Menjelang Ramadhan, aktivitas masyarakat Kabupaten Bekasi meningkat. Tradisi munggahan masih menjadi cara untuk menyambut bulan suci ini. Momen  ini bersamaan dengan libur imlek, membuat sejumlah tempat wisata dan rumah makan ramai dikunjungi.

Sate Maranggi Mbah Goen di Kampung Ciranggon, Desa Cipayung, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi menjadi salah satu tujuan utama. Pada Selasa (17/02) siang, rumah makan yang terletak di objek wisata Kawung Tilu Bojongrangkas  ini dipadati pengunjung.

Bacaan Lainnya

Sesuai dengan namanya, menu andalan di rumah makan ini adalah Sate Maranggi yang dibuat dari potongan daging dan lemak sapi yang telah dimarinasi dengan bumbu khas. Selain itu, tersedia juga menu lain seperti sop iga sapi, ikan bakar, sate daging sapi tanpa lemak, hingga aneka pepesan yang menggugah selera.

BACA: Ondel-ondel Meriahkan Sambut Datangnya Bulan Ramadhan di Cikarang

Putri Sukma (23), salah seorang pengunjung, mengaku baru pertama kali mengunjungi tempat ini. Ia datang bersama keluarganya setelah melihat rekomendasi di media sosial Tiktok. “Saya datang bersama bapak, ibu, dan adik. Bapak tahu tempat ini dari Tiktok. Tempatnya bagus, suasananya alam banget, saungnya bersih, dan jalanan menuju ke sini juga rapi,” kata dia

Warga Tambun Selatan itu juga menambahkan bahwa rasa Sate Maranggi di lokasi ini tidak kalah dengan Sate Maranggi yang terkenal di Purwakarta. “Sekarang kalau mau makan maranggi enggak perlu jauh-jauh ke Purwakarta,” katanya.

Hijaz Al-Hadi, pihak pengelola, menjelaskan bahwa rumah makan ini telah beroperasi selama enam bulan terakhir. Selain di Kawung Tilu Bojongrangkas, Sate Maranggi Mbah Goen juga dapat ditemukan di irigasi BKG 5, Jalan Kampung Ciranggon. “Sate Maranggi kami sama seperti yang lain, namun yang membedakan adalah suasana alam di tempat ini,” kata dia.

Menariknya, rumah makan ini memberdayakan warga sekitar sebagai karyawan. Saat ini, sebanyak 35 orang warga setempat bekerja di Sate Maranggi Mbah Goen, mulai dari ibu rumah tangga hingga anak-anak muda. “Kami ingin menciptakan roda perekonomian bagi masyarakat sekitar,” tambah Hijaz.

Untuk masuk ke kawasan wisata Kawung Tilu sendiri, pengunjung tidak dikenakan biaya tiket masuk. Masyarakat bebas masuk meskipun hanya untuk berfoto. “Namun, rasanya rugi kalau hanya datang untuk berfoto tanpa mencicipi Sate Maranggi Mbah Goen,” kata Hijaz.

Adapun harga makanan di Sate Maranggi Mbah Goen cukup terjangkau. Harga sate maranggi dibanderol Rp 3.000- Rp 4.000 per tusuk, sop iga Rp 25.000 per porsi, ikan nila Rp 20-25 ribu, dan ikan gurame Rp 65-70 ribu.

Bagi Anda yang ingin menikmati kuliner khas dengan suasana alam yang asri, Sate Maranggi Mbah Goen bisa menjadi pilihan tepat untuk menghabiskan waktu bersama keluarga atau teman-teman. Jangan sampai ketinggalan untuk mencicipi kelezatan kuliner khas di tempat ini.

Wisata kuliner ini buka pada hari Selasa hingga Kamis pukul 10.30 WIB hingga 19.00 WIB, Jumat pukul 13.00 WIB hingga 20.00 WIB, serta Sabtu dan Minggu pukul 10.30 WIB hingga 20.00 WIB. Adapun pada hari Senin, rumah makan ini tutup. (DIM)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Pos terkait