Luapan Sungai Cibeet dan Citarum Picu Banjir di Kabupaten Bekasi

BERITACIKARANG.COM, CIKARANG PUSAT – Banjir kembali melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bekasi. Air dari dua sungai besar, yakni Citarum dan Cibeet yang meluap turut memperparah banjir di wilayah tersebut.

Adapun titik banjir akibat luapan kedua sungai tersebut tersebar di sejumlah titik yang ada di 6 kecamatan, yakni Cikarang Pusat, Cikarang Timur, Kedungwaringin, Pebayuran, Cabangbungin, serta Muaragembong.

Bacaan Lainnya

Nengsih (44), warga Desa Bojongsari, Kecamatan Kedungwaringin, mengungkapkan jika wilayahnya merupakan titik pertemuan antara sungai Cibeet dan Citarum.  “Tahun ini paling parah karena sudah 3 kali banjir,” kata dia, Sabtu (31/01).

BACA: Ribuan Warga Kabupaten Bekasi Mengungsi Akibat Banjir

Sementara itu, Qurtubi (50), warga Desa Pantai Bahagia, Kecamatan Muaragembong, menjelaskan bahwa luapan Sungai Citarum telah menyebabkan sembilan tanggul darurat di wilayahnya jebol.

Salah satu titik tanggul yang belum mendapatkan penanganan adalah di Kampung Gobah RT 005 RW 006. Penanganan terkendala karena habisnya stok karung, bambu, dan terpal yang dapat  digunakan untuk menutup tanggul yang jebol.

“Selain itu, akses menuju lokasi juga sulit dilalui sehingga memperlambat proses perbaikan,” jelas Qurtubi.

Dorong Percepatan Bendungan Cibeet

Menanggapi kondisi ini, anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi, Saeful Islam menyampaikan bahwa pemerintah telah berupaya mengatasi masalah banjir ini dengan membangun Bendungan Cibeet.

Ia berharap pemerintah pusat dapat mempercepat penyelesaian proyek strategis tersebut agar dampak banjir di wilayah Kabupaten Bekasi dapat diminimalisir.

“Tentunya kita mendorong agar pemerintah pusat dapat segera menuntaskannya. Sebab berdasarkan informasi yang kami terima, apabila bendungan ini telah rampung dapat mengurangi risiko banjir di hilir Sungai Citarum hingga 66 persen,” ungkapnya. (DIM)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Pos terkait