BERITACIKARANG.COM, TAMBUN UTARA – Identitas jasad seorang pria yang ditemukan di saluran irigasi Desa Satria Mekar, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi pada Senin 02/03) lalu hingga kini belum terungkap. Kendala utama dalam proses identifikasi adalah kondisi jasad yang sudah membusuk, sehingga sulit untuk mengidentifikasi melalui data sidik jari elektronik.
Kapolsek Tambun Selatan, Kompol Wuriyanti, menjelaskan bahwa upaya identifikasi melalui sidik jari tidak berhasil karena kerusakan jaringan kulit pada jari korban atau kemungkinan korban belum pernah melakukan perekaman data elektronik KTP (E-KTP).
“Sampai dengan hari ini kami belum dapat menyimpulkan siapa identitas dari jenazah yang kita temukan tempo hari. Kami sudah berupaya dengan pengenalan melalui sidik jari menggunakan alat, namun tidak menunjukkan hasil yang identik dengan identitas seseorang,” ujar Wuriyanti, Kamis (05/03).
Ia menambahkan bahwa kondisi jaringan kulit yang rusak akibat pembusukan menjadi tantangan utama dalam proses pemindaian. Selain itu, ada kemungkinan korban belum pernah melakukan perekaman data E-KTP. “Dari identifikasi sidik jari itu tidak terbaca. Kemungkinan karena kondisi jari yang rusak atau jenazah yang sudah mulai membusuk, atau mungkin juga korban belum pernah rekam E-KTP,” jelasnya.
Hasil pemeriksaan luar menunjukkan adanya luka sobek di bagian pelipis kanan korban, tepat di atas alis. Namun, luka tersebut tidak terlalu dalam sehingga belum dapat dipastikan apakah menjadi penyebab utama kematian atau akibat benturan saat berada di aliran sungai. “Ditemukan ada sedikit luka di pelipis kanannya, panjangnya kurang lebih satu sentimeter, namun tidak dalam,” terang Wuriyanti.
BACA: Jasad Pria Tanpa Identitas Ditemukan di Saluran Irigasi Kong Isah
Korban diketahui memiliki tinggi badan sekitar 170 sentimeter, berat badan sekitar 80 kilogram, dan rambut lurus rapi. Saat ditemukan, korban mengenakan pakaian batik sekolah, kaos Family Gathering 2014 PT Manggul Jaya, jaket training, serta membawa pisau cutter gagang biru dan uang tunai Rp 63.000 di kantong celananya.
Meski identifikasi melalui sidik jari belum berhasil, polisi tengah mempertimbangkan metode lain seperti odontologi atau tes DNA. Namun, tes ini baru akan dilakukan jika ada warga yang melaporkan kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri yang sesuai.
“Kalau misalnya ada keluarga yang mengontak dan mengakui jenazah tersebut berdasarkan ciri-ciri fisik dan properti yang ditemukan, maka kami akan melakukan pengecekan melalui odontologi atau tes DNA,” ungkap Wuriyanti.
Untuk mempercepat proses identifikasi, Polsek Tambun Selatan juga telah melakukan koordinasi lintas wilayah dengan Polres Jakarta Timur dan Polres Bekasi Kota. Salah satu upaya adalah menelusuri SMPN 158 Jakarta Timur karena pakaian korban bertuliskan nama sekolah tersebut. Namun, hasil pengecekan ke pihak sekolah tidak menemukan adanya siswa yang hilang.
“Kami sudah berkomunikasi dengan pihak SMPN 158 Jakarta Timur. Pihak sekolah menyatakan bahwa tidak ada siswa mereka yang hilang atau laporan orang hilang yang berkaitan dengan pakaian tersebut,” tegasnya.
Kompol Wuriyanti meminta masyarakat untuk aktif membantu menyebarluaskan informasi terkait penemuan jasad tersebut agar identitas korban bisa segera terungkap. Sebelumnya, sempat ada warga yang melapor kehilangan anggota keluarga, namun setelah dicocokkan dengan ciri-ciri fisik korban, hasilnya tidak sesuai.
“Kemarin sempat ada warga yang melaporkan kehilangan anggota keluarganya, tapi setelah kami cocokkan dengan ciri-ciri jasad tersebut, ternyata berbeda,” jelasnya.
Saat ini jasad korban masih disemayamkan di RSUD Kabupaten Bekasi. Jika dalam waktu dekat tidak ada keluarga yang datang untuk mengidentifikasi atau menjemput jenazah, rencananya jasad akan dirujuk ke RS Polri Kramat Jati untuk pemeriksaan lebih lanjut.
“Penyebab kematian harus melalui otopsi oleh dokter bedah forensik. Jenazah masih di RSUD Kabupaten Bekasi. Jika tidak ada keluarga yang datang hari ini, kami akan berkoordinasi dengan RS Polri Kramat Jati,” pungkas Wuriyanti. (DIM)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
















