BERITACIKARANG.COM, CIKARANG UTARA – Seorang gadis berinisial PAF (21), warga Kampung Rawa Bangkong, Kelurahan Sertajaya, Kecamatan Cikarang Timur, ditemukan tewas di salah satu apartemen di Jalan Inspeksi Kalimalang, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi. Kabar duka ini baru diketahui keluarga setelah pihak kepolisian menginformasikan bahwa jenazahnya telah berada di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta, pada Kamis (12/02) dini hari.
Menurut keterangan keluarga, korban sebelumnya pamit pada Rabu malam (11/02) untuk menginap di rumah seorang temannya. Namun, tak disangka, keesokan harinya keluarga menerima kabar dari kepolisian mengenai kematiannya. “Tau-tau sudah ada kabar polisi bawa KTP korban sekitar pukul 01.00 WIB. Keluarga disuruh jemput jenazah korban di Kramat Jati,” ujar Pardi (53), paman korban, saat dikonfirmasi pada Senin (16/02).
Hingga kini, pihak keluarga mengaku belum mengetahui secara rinci kronologi kejadian yang menimpa PAF. Informasi yang diterima keluarga masih sangat terbatas dan bersumber dari pihak kepolisian. “Kalau detail kronologis dari keluarga belum tahu. Anak itu juga tertutup. Kami hanya tahu dia pamit dari rumah Rabu malam, bilang mau menginap di rumah temannya,” tambah pria yang akrab disapa Abah Ano itu.
BACA: Apartemen di Kabupaten Bekasi Disulap Jadi Hotel
Terkait penyebab kematian, keluarga mendapatkan informasi awal bahwa korban diduga mengalami overdosis obat penggugur kandungan. Namun, mereka belum bisa memastikan kebenaran informasi tersebut dan memilih menunggu hasil resmi dari penyelidikan serta proses otopsi. “Kalau dibilang penyebabnya, informasinya dugaan overdosis. Tapi kami percaya dan menunggu hasil penyelidikan polisi. Apa pun hasilnya nanti, kami tunggu dari otopsi,” kata dia.
Lebih jauh, Pardi juga menyampaikan bahwa berdasarkan laporan anggota keluarga yang turut hadir dalam proses pengurusan jenazah di Rumah Sakit Polri Kramat Jati tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. “Dari laporan abangnya yang ikut, tidak ada tanda-tanda kekerasan,” ungkapnya.
Pardi menambahkan, informasi yang diterima pihaknya, Polisi saat ini telah mengamankan lima orang yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut. Namun, keluarga korban belum mengetahui secara pasti peran masing-masing pihak maupun apakah kejadian ini murni keputusan korban sendiri atau ada pengaruh dari pihak lain. “Informasi terakhir dari Kapolsek, sudah ada lima orang yang ditangani,” tambahnya.
Keluarga korban menyatakan akan bersikap kooperatif dan menunggu hasil penyelidikan resmi dari pihak kepolisian. Mereka berharap kasus ini dapat segera terungkap dengan jelas. “Harapan keluarga, kasus ini bisa segera terungkap jelas. Kalau memang ada pihak yang bertanggung jawab, kami berharap bisa diproses sesuai hukum yang berlaku,” tutup Pardi.
Saat ini, kasus tersebut masih dalam penanangan Polsek Cikarang Utara dan Polres Metro Bekasi. (DIM)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
















