BERITACIKARANG.COM, CIKARANG PUSAT – Sekolah Dasar Negeri Samudrajaya 04 tampaknya belum akan dibangun oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi dalam waktu dekat lantaran tidak masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2020.
Kepastian tidak dianggarkannya pembangunan sekolah yang berada di Kp. Tambun Tiga Bagian, Desa Samudrajaya, Kecamatan Tarumajaya itu disampaikan oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Bekasi, Jamari Tarigan.
Menurutnya, pembangunan SDN Samudrajaya 04 tidak dicantumkan pada APBD lantaran keterbatasan anggaran. “Sebenarnya 2019 sudah diusulkan, tapi belum (disetujui) karena keterbatasan dana,” ucap dia, Selasa (21/01).
Oleh karenanya, pihaknya akan mencoba untuk mengusulkan kembali pembangunnya agar dapat disetujui di APBD Perubahan 2020. “Ya harus diusulkan lagi, karena banyak sekali yang rusak. Jadi satu per satu, yang lebih parah dari itu juga ada, makanya kami buat skala prioritas,” kata dia.
Kendati demikian, Tarigan tidak menjelaskan sekolah mana yang kondisinya lebih parah dari SD Negeri Samudrajaya 04 dan menjadi skala prioritas pihaknya untuk dibangun di tahun 2020 ini.
Sebelumnya, anggota DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) Daerah Pemilihan Jawa Barat (Jabar) VII, Ahmad Syaikhu menyambangi SDN Samudrajaya 04 yang terletak di Kampung Tiga Bagian Desa Samudrajaya, Kecamatan Tarumajaya, Selasa (21/01) pagi.
Ahmad Syaikhu mengaku tergugah hatinya ketika melihat video viral murid-murid SDN Samudrajaya 04 yang meminta-minta tolong pemerintah agar segera memperbaiki sekolahnya yang rusak parah.
Menurut Syaikhu, kondisi bangunan SDN Samudrajaya 04 sudah sangat memprihatinkan. Hal itu dapat dilihat dari kondisi atap gedung sudah banyak yang bolong. Plafon banyak yang ambruk, dan juga lantai keramik banyak yang mengelupas.
“Sungguh sekolah ini sangat butuh untuk segera dibangun kembali,” katanya.
Syaikhu mengaku tak dapat membayangkan bagaimana proses kegiatan belajar mengajar (KBM) dapat terlaksana dengan baik jika kondisi bangunan dan ruang kelas seperti ini, terlebih seandainya terjadi angin kencang dan juga banjir.
“Jangankan anak-anak, guru juga, kepala sekolah juga pastinya merasa tidak nyaman dengan kondisi sekolah seperti ini, apalagi jika musim hujan tiba seperti sekarang,” kata dia.
Syaikhu berjanji akan mengurus dan membawa persoalan SDN Samudrajaya o4 ini ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) dan juga kementerian terkait, jika pemerintah daerah setempat tak mampu untuk membereskannya.
“Saya di Komisi V yang membidangi PUPR akan mendorong untuk membantu apabila kabupaten (Bekasi, red) tidak mampu untuk bangun sekolah ini. Saya akan dorong ke provinsi, dan jika provinsi tidak mampu juga akan saya dorong ke kementerian untuk membantu pembangunannya,” ungkap Syaikhu.
Diketahui, video siswa SD Negeri Samudrajaya 04 viral di media sosial. Dalam video yang diunggah akun instagram @_ahmedzamzam, tampak sekumpulan siswa SD memakai seragam pramuka mengaku berasal dari SD Negeri 04 Samudrajaya. Salah satu siswa menyampaikan aspirasi kepada pejabat Pemerintah Kabupaten Bekasi terkait kondisi sekolahnya yang rusak.
“Assalamulaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, saya murid SDN 04 Samudrajaya, yang terhormat pak lurah, pak camat, pak bupati, pak kepala dinas pendidikan tolong perbaiki sekolah saya karena rusak parah dan tidak layak digunakan untuk belajar. Semoga bapak-bapak mendengar aspirasi saya, terima kasih Wassalamualikum Warahmatullahi Wabarakatuh,” ucap siswa tersebut dalam video yang diunggah, Jum’at (17/01).
Usai siswa itu menyampaikan aspirasinya, sekumpulan siswa yang berada tepat di belakangnya kompak berucap “Amin”.
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, Carwinda mengaku pihaknya sudah mengusulkan pembangunan SD Negeri Samudrjaya 04 agar menjadi priortas. Kendati demikian, pihaknya belum bisa memastikan apakah pembangunan SD Negeri Samudrajaya 04 akan dilakukan di tahun ini atau tidak. Sebab, pembangunan sarana dan perasarana pendidikan di Kabupaten Bekasi dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bekasi.
“Kalau sekolah yang rusak dan butuh perbaikan di kita kan banyak, tetapi persoalannya anggarannya memang terbatas. Oleh karena itu kami berharap PUPR bisa lebih selektif menetukan sekolah yang akan dibangun dan memprioritaskan sekolah-sekolah yang kondisinya urgent. Salah satunya seperti SD Negeri Samuderajaya 04 yang rusak dan terendam banjir beberapa waktu lalu,” kata dia. (BC)