BERITACIKARANG.COM, TAMBUN SELATAN – Memasuki arus balik, lalu lintas di Jalur Pantura Kabupaten Bekasi terpantau ramai lancar pada H+2 Lebaran. Kepadatan kendaraan didominasi oleh pemudik yang menggunakan sepeda motor untuk kembali ke Jakarta dan wilayah sekitarnya. Selain itu, peningkatan volume kendaraan juga disebabkan oleh mobilitas masyarakat lokal serta warga yang baru kembali dari lokasi-lokasi wisata.
Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Sumarni menyatakan bahwa pihaknya telah mengerahkan personel gabungan untuk memastikan kelancaran arus balik. Personel ini terdiri dari anggota kepolisian, TNI, Dinas Perhubungan, Jasa Raharja, serta elemen masyarakat.
“Personel sudah kami siagakan bersama stakeholder terkait untuk mengatur arus lalu lintas. Saat ini kondisi di jalur tol maupun arteri masih terpantau lancar dan landai,” kata dia saat meninjau Pos Terpadu Gedung Juang, Tambun Selatan, Senin (23/03).
BACA: Pemudik Diminta Manfaatkan Pos Terpadu untuk Istirahat Saat Perjalanan
Menurutnya, puncak arus balik Lebaran diperkirakan akan terjadi pada tanggal 26 dan 28 Maret 2026. Lonjakan jumlah kendaraan diprediksi meningkat seiring dengan kebijakan work from home (WFH) yang diterapkan pemerintah pada awal pekan setelah libur Lebaran.
Untuk mengantisipasi potensi kepadatan, pihak kepolisian telah menyiapkan sejumlah skenario rekayasa lalu lintas. Sistem one way, contra flow, atau bentuk rekayasa lainnya akan diterapkan secara situasional berdasarkan kondisi di lapangan serta arahan dari Korlantas Polri.
“Jika terjadi kepadatan, kami akan mengikuti arahan Korlantas, apakah diterapkan one way, contra flow, atau rekayasa lainnya sesuai situasi di lapangan,” jelas Sumarni.
Di wilayah Kabupaten Bekasi sendiri, terdapat beberapa titik rawan kemacetan yang menjadi perhatian utama petugas. Untuk itu, pos pengamanan dan pos pelayanan telah didirikan guna membantu kelancaran arus lalu lintas serta memberikan pelayanan kepada para pemudik.
Sumarni juga mengimbau masyarakat untuk tidak berhenti di bahu jalan, khususnya di jalur Pantura. Hal ini dilakukan demi menjaga keselamatan pengendara dan mencegah potensi kecelakaan lalu lintas. “Kita juga menghimbau masyarakat untuk tidak berhenti di bahu jalan, khususnya di jalur Pantura, karena berpotensi membahayakan keselamatan,” tutupnya. (DIM)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

















