Aksi Unjuk Rasa di Mapolres Metro Bekasi Berujung Ricuh, Polisi Libatkan Sabuk Kamtibmas

Kegiatan simulasi penanganan aksi unjuk rasa di Mapolres Metro Bekasi dengan pelibatan Sabuk Kamtibmas.
Kegiatan simulasi penanganan aksi unjuk rasa di Mapolres Metro Bekasi dengan pelibatan Sabuk Kamtibmas.

BERITACIKARANG.COM, CIKARANG UTARA –  Suasana  di Mapolres Metro Bekasi sempat memanas saat sekelompok massa mendatangi kantor polisi dan melakukan aksi unjuk rasa. Massa yang datang dalam jumlah cukup banyak tersebut menyampaikan protes keras lantaran tidak terima salah satu anggota keluarga mereka diamankan oleh pihak kepolisian karena diduga terlibat peredaran obat keras jenis tramadol. Mereka menuntut agar anak dari seorang tokoh masyarakat tersebut segera dibebaskan, dengan alasan bahwa yang bersangkutan dikenal aktif membantu perekonomian warga sekitar.

Awalnya, aksi unjuk rasa berlangsung damai dengan penyampaian aspirasi. Namun, situasi mulai memanas ketika beberapa peserta aksi melempar botol dan mendorong petugas kepolisian. Untuk meredam situasi, Polres Metro Bekasi bersama sejumlah perwakilan dari elemen masyarakat yang tergabung dalam Sabuk Kamtibmas melakukan pendekatan dialogis, mengajak massa agar tidak bertindak anarkis.

Bacaan Lainnya

Meski demikian, massa tetap bersikeras dan tidak puas dengan penjelasan yang diberikan petugas. Kondisi ini memaksa Polres Metro Bekasi untuk menurunkan Tim Dalmas dan Tim Patroli Presisi guna mengendalikan situasi.  Beberapa provokator berhasil diamankan oleh Tim Tindak, sementara personel yang mengalami luka-luka segera mendapatkan perawatan dari petugas medis Urkes Polres Metro Bekasi.

BACA: Simulasi Pengamanan Pileg dan Pilpres di Kabupaten Bekasi Rusuh, 1117 Personil Bentrok

Di tengah ketegangan, Kapolres Metro Bekasi, Kombes Sumarni, turun langsung ke lokasi aksi. Dengan pendekatan tegas namun humanis, Kapolres memberikan imbauan dan penjelasan hukum secara terbuka kepada massa. Langkah ini perlahan berhasil meredakan emosi para pengunjuk rasa. Massa pun mulai menyadari bahwa tindakan anarkis bukanlah solusi untuk menyelesaikan permasalahan. Akhirnya, situasi berangsur kondusif dan aksi unjuk rasa berakhir dengan damai.

Namun, di balik ketegangan yang terjadi, terungkap bahwa seluruh rangkaian peristiwa ini ternyata merupakan bagian dari simulasi penanganan unjuk rasa yang digelar oleh Polres Metro Bekasi. Simulasi ini bertujuan untuk melatih kesiapsiagaan personel dalam menghadapi situasi kontinjensi serta memperkuat sinergi antara kepolisian dan elemen masyarakat, termasuk warga sekitar, pengemudi ojek, anggota Pokdarkamtibmas, hingga unsur organisasi kemasyarakatan melalui pelibatan Sabuk Kamtibmas.

“Kegiatan ini menggunakan ilustrasi kasus nyata untuk melatih seluruh personel menghadapi potensi gangguan kamtibmas,” kata Kapolres Metro Bekasi, Kombes Sumarni.

Lebih lanjut, Sumarni menegaskan bahwa simulasi ini melibatkan berbagai tahapan, mulai dari deteksi dini, penempatan personel Dalmas dan negosiator, pengaturan lalu lintas, hingga kesiapan tim medis. “Simulasi ini memastikan setiap langkah pengamanan dilakukan secara profesional, tertib, dan humanis, sehingga masyarakat dapat menyalurkan aspirasinya dengan aman dan situasi tetap terkendali,” tandasnya. (DIM)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Pos terkait