Akibat Keterbatasan Ekonomi, Siswi SMK Cabangbungin Ini Terancam Putus Sekolah

Ela Karmila (14) bersama sang ayah Wardi (65) dan kakaknya, Udin Samsudin (28) yang mengalami tunanetra.
Ela Karmila (14) bersama sang ayah Wardi (65) dan kakaknya, Udin Samsudin (28) yang mengalami tunanetra.

BERITACIKARANG.COM, CABANGBUNGIN  – Ela Karmila (14) siswi kelas X SMK El Amin Cabangbungin terancam putus sekolah akibat tak punya biaya. Hal tersebut dipicu karena kondisi ekonomi keluarganya yang sangat memprihatinkan.

Ela tinggal di Kp. Kobak Ceper, RT 008/003 Desa Karangharja, Kecamatan Pebayuran bersama ayahnya, Wardi (62) yang mengalami tunanetra sejak beberapa tahun silam akibat penyakit yang dideritanya. Sementara ibunya, sudah meninggal dunia sejak Ela masih kecil.

Bacaan Lainnya

Salah seorang guru SMK El Amin Cabangbungin sekaligus salah seorang pendiri Forum Relawan Utara (Fortara), Suryadi mengatakan sehari-hari Ela hanya tinggal berdua dengan ayahnya. Tidak adanya tulang punggung dalam keluarga membuat Ela harus pinjam sana-sini untuk sekedar berangkat sekolah dengan ongkos Rp 5 ribu perhari. Sementara untuk makan, ia pun harus berkeliling mencari pinjaman beras kesana kemari.

“Kakak perempuannya ada tetapi ngurus suami dan keluarganya memang biasa-biasa aja. Sementara kakak laki-lakinya tunanetra juga dan dirawat sama bibinya,” kata Suryadi usai melakukan home visit ke rumah Ela, Senin (28/10).

Dia berharap semoga ada solusi yang terbaik dan bisa membantu Ela bersama ayahnya dalam pemenuhan hak dasar hidupnya dari mulai kebutuhan sehari hari hingga biaya perjalanan PP Ela ke sekolahnya.

Ela diakuinya merupakan siswa yang baik, pintar, cerdas walaupun berasal dari keluarga tidak mampu. Ketika berada di sekolah, dia tidak terlihat minder, malu saat berhadapan dengan guru ataupun bergaul dengan sesama temanya.

“Pemerintah juga harus turun ke bawah karena sebetulnya bukan hanya Ela saja yang mengalami nasib seperti ini Jadi yang saya temukan, orang-orang di daerah perbatasan seperti di Cabangbungin dan Pebayuran, itu banyak keluarga tidak mampu yang memang membutuhkan uluran tangan kita,” kata dia. (BC)

Pos terkait