Ahmad Dhani Klaim diciduk Bukan Karena Kasus Dugaan Makar

ahmad-dhani-makar
ahmad-dhani-makar

BERITACIKARANG.COM, TAMBUN SELATAN – Ahmad Dhani menegaskan pencidukan dirinya pada Jumat (02/12) dini hari lalu di Hotel Sari Pan Pacific bukan disebabkan adanya kegiatan makar yang ditudingkan kepada dirinya, melainkan hanya untuk menghalangi dirinya dan 9 aktivis lainnya hadir di Aksi Super Damai 212.

“Pencidukan aktivis hanya untuk menghalangi aktivis hadir ke aksi damai 212,” kata Dhani, saat ditemui di salah satu RM di daerah Tambun Selatan, Minggu (04/12) siang.

Bacaan Lainnya

Dia juga menilai tidak tepat jika dirinya dikatakan melakukan dugaan makar terhadap pemeritahan Jokowi. “Saya nginep dihotel Sari Pan Pacific hanya menemani anak saya, Doel yang menginap di hotel saat itu,” imbuhnya.

Apalagi, sambung Dhani, secara hukum pun tidak memenuhi kriteria jika dirinya berencana ingin menggulingkan kekuasaan yang sah.

“Pasal 107 menegaskan bahwa makar adalah menggulingkan kekuasaan dengan cara tidak sah, sementara tergulingnya pemerintah melalui sidang MPR itu sah. Jika pemerintah terguling dengan cara yang sah itu bukan makar yang dimaksud di pasal 107,” kata dia.

Dia melanjutkan, ada hikmah yang didapat dari penangkapan dirinya saat akan terjadi aksi damai 212 itu. Dhani, secara langsung bisa bercengkrama dengan dua jenderal purnawirawan angkatan darat yaitu Mayor Jenderal Kivlan Zein dan Brigader Jenderal Adityawarman.

“Sebelumnya tidak pernah sama sekali ada komunikasi saya dengan beliau. Saya juga selama ini tidak pernah punya nomer telpon dengan kedua tokoh angkatan darat yang dulu dijuluki tentara hijau itu,” jelasnya.

Saat pertemuan itu, Dhani bersama dua jenderal itu bertukar cerita bagaimana mereka diciduk kepolisian. Mayor Kivlan Zein, katanya, bercerita ketika pintu kamar digedur dan dibuka.

“Beliau kaget, seisi ruang tamu dan tengah sudah banyak polisi yang siap menciduk sang jenderal yang tidak boleh melakukan apapun, selain berangkat menuju Mako Brimob,” ungkapnya.

Kivlan Zein meminta berangkat setelah juhur. Namun dari kepolisian menolaknya. “Tidak bisa pak, harus sekarang!” cerita Dhani seperti yang diungkapkan Kivlan Zein. “Ingat peristiwa penculikan PKI, kata pak Kivlan saat itu,” tambahnya.

Sementara itu, Brigadir Jenderal Adityawarman, lanjutnya, malah kaget. Bangun tidur seisi kamar sudah ada polisi dan seluruh isi kamar sudah digeledah dan disita dokumen-dokumen yang dianggap penting. (BC)

Pos terkait