BERITACIKARANG.COM, CIKARANG PUSAT – Banjir yang melanda wilayah Kabupaten Bekasi sejak Minggu (18/01) dinihari lalu tak hanya menggenangi permukiman warga namun juga merambah ke area lahan pertanian. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi mencatat sekitar 2.087 hektare lahan pertanian di wilayahnya terdampak banjir.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi, menyatakan bahwa genangan air yang bertahan selama beberapa hari dapat menyebabkan kerusakan tanaman dan mengancam proses musim tanam para petani.
“Genangan terjadi di lahan pertanian yang berada di dataran rendah dan dekat aliran sungai. Jika air tidak segera surut, tanaman padi yang sedang dalam masa tanam maupun menjelang panen sangat berisiko mengalami puso,” ujar Dodi, Rabu (21/01).
BACA: DPRD Kabupaten Bekasi Sahkan Perda Perlindungan LP2B, 36 Ribu Hektare Lahan Pertanian Dikunci!
Dodi menjelaskan bahwa wilayah pertanian yang terdampak banjir tersebar di sejumlah kecamatan, seperti Pebayuran, Sukakarya, Sukawangi, Cabangbungin, Babelan, Tambun Utara, dan Karang Bahagia.
Selain merusak tanaman, banjir juga mengganggu aktivitas pertanian. Akses menuju sawah terputus, saluran irigasi meluap, serta alat dan sarana produksi pertanian milik petani ikut terendam.
“Kondisi ini memaksa petani untuk menunda kegiatan seperti pemupukan, penyiangan, hingga panen. Dampaknya bukan hanya dirasakan hari ini saja. Jika terjadi gagal panen, petani akan kesulitan modal untuk musim tanam berikutnya, yang pada akhirnya bisa memengaruhi ketersediaan beras di tingkat lokal,” ungkap Dodi.
Untuk mengatasi dampak banjir ini, BPBD Kabupaten Bekasi telah berkoordinasi dengan Dinas Pertanian dan pemerintah kecamatan guna melakukan pendataan lebih lanjut terhadap lahan pertanian yang terdampak.
Data ini akan menjadi dasar dalam menentukan langkah-langkah pemulihan, termasuk kemungkinan pemberian bantuan berupa benih, pupuk, atau program pemulihan pascabanjir lainnya.
“Pendataan ini penting agar penanganan pascabanjir bisa tepat sasaran dan petani tidak semakin dirugikan,” tambah Dodi.
Di sisi lain, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bekasi, Ani Rukmini, menyatakan bahwa pihaknya akan membahas persoalan ini bersama Dinas Pertanian dalam rapat kerja pekan depan. “Saya akan menindaklanjuti masalah ini dalam rapat kerja pekan depan dengan Dinas Pertanian,” kata dia. (DIM)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
















