2 Hari Hilang, Pria di Cikarang Ditemukan Tewas di Dalam Sumur

Warga Kampung Kebon Kopi, Desa Sukadami, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, dikejutkan dengan penemuan jasad seorang pria di dalam sumur pompa air pada Rabu (21/01) malam. Korban diketahui berinisial PH, yang merupakan warga setempat.
Warga Kampung Kebon Kopi, Desa Sukadami, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, dikejutkan dengan penemuan jasad seorang pria di dalam sumur pompa air pada Rabu (21/01) malam. Korban diketahui berinisial PH, yang merupakan warga setempat.

BERITACIKARANG.COM, CIKARANG SELATAN – Warga Kampung Kebon Kopi, Desa Sukadami, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, dikejutkan dengan penemuan jasad seorang pria di dalam sumur pompa air pada Rabu (21/01) malam. Korban diketahui berinisial PH, yang merupakan warga setempat.

Kapolsek Cikarang Selatan, AKP Erwin Setiawan, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa korban ditemukan di dalam sumur pompa air yang berlokasi tidak jauh dari kediamannya.

Bacaan Lainnya

“Sebelumnya, korban dilaporkan hilang selama dua hari oleh pihak keluarga. Setelah dilakukan pencarian, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di dalam sumur pompa air,” kata Erwin.

BACA: Warga Kabupaten Bekasi Dihimbau Buat Sumur Resapan

Peristiwa ini bermula ketika warga melaporkan adanya penemuan jasad di dalam sumur kepada pihak kepolisian. Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas segera mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan awal dan pengamanan tempat kejadian perkara (TKP).

“Hingga saat ini kami masih melakukan pemeriksaan awal di lokasi. Area sekitar sumur juga sudah kami pasangi garis polisi untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut,” tambah AKP Erwin.

Adapun penyebab pasti kematian korban belum dapat dipastikan. Proses penyelidikan dan pemeriksaan lanjutan masih dilakukan pihak kepolisian untuk mengungkap kronologi dan penyebab insiden ini.

Erwin juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak berspekulasi terkait peristiwa ini. Ia meminta warga menyerahkan sepenuhnya proses penanganan kasus kepada pihak kepolisian.

“Kami akan bekerja semaksimal mungkin untuk mengungkap kasus ini. Kami juga meminta masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi agar tidak menimbulkan keresahan,” tutupnya.

Kasus ini kini masih dalam penanganan aparat kepolisian setempat. (DIM)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Pos terkait