Waspada Teror Penyiraman Air Keras,  Warga Perumahan Bumi Sani Terapkan One Gate System

BERITACIKARANG.COM, TAMBUN SELATAN – Warga Perumahan Bumi Sani, Desa Setiamekar, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, mulai meningkatkan kewaspadaan pasca insiden penyiraman air keras yang menimpa seorang pria paruh baya berinisial TW (54). Kejadian yang melibatkan dua Orang Tak Dikenal (OTK) ini menjadi insiden ketiga dalam rentang waktu kurang dari satu tahun di lingkungan tersebut.

Berdasarkan keterangan warga, aksi penyiraman air keras pertama terjadi pada bulan Oktober 2025 dengan sasaran sebuah mobil Toyota Fortuner di RT 01/14. Selanjutnya, insiden serupa kembali terjadi di bulan November pada kendaraan jenis yang sama di RT 03/14. Sementara aksi ketiga yang terjadi baru-baru ini justru menyasar TW, warga RT 01/14, yang kini menderita luka bakar 30% akibat siraman air keras.

Bacaan Lainnya

Ketua RT 03 Perumahan Bumi Sani Permai, Mastuki, mengonfirmasi adanya aksi penyiraman air keras terhadap sebuah kendaraan roda empat di lingkunganya. “Itu kejadiannya sekitar empat bulan lalu. Saat itu sudah saya sarankan lapor ke Polsek,” ungkap Mastuki, Selasa (31/03).

BACA:  Pria Paruh Baya di Tambun Selatan Jadi Korban Penyiraman Air Keras oleh OTK

Namun, menyikapi insiden terbaru yang mengancam keselamatan jiwa warga, pengurus RT di lingkungan tersebut memutuskan untuk merombak sistem keamanan. Salah satu upaya yang akan diambil adalah menerapkan skema One Gate System, atau sistem satu pintu, guna membatasi akses keluar-masuk di area perumahan.

“Ke depannya pintu masuk akan diperketat. Kami akan memberlakukan satu pintu masuk saja,” ujar Mastuki.

Selain itu, pengurus lingkungan juga akan mengevaluasi jam operasional portal. Jika sebelumnya portal dibuka pukul 05.00 WIB, rencananya jadwal pembukaan akan diundur hingga pukul 05.30 atau 06.00 WIB demi memastikan keamanan warga yang beraktivitas di pagi hari.

Sebelumnya, TW diserang oleh dua OTK dengan cairan air keras saat hendak menunaikan ibadah di mushola setempat, Senin (30/03) pagi. Insiden ini terjadi saat suasana lingkungan masih sepi menjelang waktu subuh. Akibat luka bakar yang dideritanya, korban kini harus menjalani perawatan insentif di ruang ICU rumah sakit. (DIM)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Pos terkait