Warga Tumaritis Tolak Relokasi Pasar Tumpah Dari Simpang SGC

Rencana Pemerintah Kabupaten Bekasi untuk pasar tumpah dari Jalan RE Martadinata di Simpang Sentra Grosir Cikarang (SGC) ke Jalan Tumaritis, Desa Cikarang Kota, Kecamatan Cikarang Utara, menuai penolakan keras dari warga setempat. Warga khawatir relokasi ini akan memperburuk kondisi lingkungan, terutama terkait banjir, bau tak sedap, dan terganggunya akses jalan.
Rencana Pemerintah Kabupaten Bekasi untuk pasar tumpah dari Jalan RE Martadinata di Simpang Sentra Grosir Cikarang (SGC) ke Jalan Tumaritis, Desa Cikarang Kota, Kecamatan Cikarang Utara, menuai penolakan keras dari warga setempat. Warga khawatir relokasi ini akan memperburuk kondisi lingkungan, terutama terkait banjir, bau tak sedap, dan terganggunya akses jalan.

BERITACIKARANG.COM, CIKARANG PUSAT – Rencana Pemerintah Kabupaten Bekasi untuk pasar tumpah dari Jalan RE Martadinata di simpang Sentra Grosir Cikarang (SGC) ke Jalan Tumaritis, Desa Cikarang Kota, Kecamatan Cikarang Utara, menuai penolakan keras dari warga setempat. Warga khawatir relokasi ini akan memperburuk kondisi lingkungan, terutama terkait banjir, bau tak sedap, dan terganggunya akses jalan.

Fajri Taufiq, salah satu warga yang berada di sekitar Jalan Tumaritis, menyatakan bahwa wilayah tersebut sudah sering terdampak banjir karena kontur tanahnya yang rendah. Ia mengungkapkan bahwa keberadaan pasar tumpah di wilayah itu hanya akan memperparah risiko banjir. “Dari dulu, sebelum ada rencana relokasi, kampung sini sudah sering kebanjiran. Kalau ditambah pedagang pasar, risikonya makin besar,” ungkapnya.

Bacaan Lainnya

Selain itu, warga juga mengeluhkan potensi terganggunya akses jalan. Saat ini saja, keberadaan pasar tumpah di lokasi sebelumnya sudah menyulitkan aktivitas warga, terutama pada pagi hari. “Kalau pagi-pagi pas ada pedagang, warga mau kerja saja sudah terganggu. Kalau dipindah ke Jalan Tumaritis, pasti lebih parah lagi,” tambah Fajri.

Warga juga mengkhawatirkan dampak lingkungan dari keberadaan pasar, terutama bau menyengat yang akan semakin parah saat terjadi genangan air. “Pasar itu pasti bau. Kalau banjir nanti, baunya makin parah. Itu yang paling kami khawatirkan,” ujarnya.

BACA: PKL di Simpang SGC Bakal Ditertibkan, Pedagang Keluhkan Belum Ada Solusi Relokasi

Penolakan terhadap rencana relokasi ini disebut Fajri sangat masif. Hampir 90 persen warga menolak rencana tersebut. Ia juga menyayangkan kurangnya komunikasi langsung dari pemerintah daerah kepada warga terdampak. “Sampai sekarang belum ada pemerintah yang datang ketemu warga. Kita tahunya dari media kalau mau dibikin pasar relokasi di Tumaritis,” keluhnya.

Meski demikian, warga sebenarnya mendukung penertiban pasar tumpah asalkan dipindahkan ke lokasi yang lebih tepat. Fajri menyarankan agar pasar dipindahkan ke depan Pasar Ramayana yang dinilai lebih layak karena masih memiliki lahan kosong dan tidak mengganggu permukiman maupun arus lalu lintas.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, menegaskan bahwa relokasi pasar tumpah ini bersifat sementara. Ia menyebutkan bahwa kawasan Ramayana juga tengah direncanakan untuk ditata sehingga nantinya pedagang bisa direlokasi ke sana. “Relokasi ini sifatnya sementara. Kalau kawasan Ramayana sudah ditata, pedagang akan kami arahkan ke sana,” jelas Asep.

Asep juga memastikan bahwa proses relokasi akan dilakukan secara persuasif dengan memberikan surat pemberitahuan secara bertahap kepada para pedagang. “Kami tidak akan bertindak tergesa-gesa. Yang kami butuhkan adalah pedagang yang mau direlokasi secara sukarela, bukan dipaksa,” tegasnya.

Pemkab Bekasi juga berencana melakukan pendataan terhadap pedagang yang bersedia direlokasi untuk mempermudah proses penataan dan penyediaan lokasi sementara yang sesuai. “Tahapannya persuasif dulu sambil mendata pedagang yang siap mengikuti relokasi,” pungkas Asep. (DIM)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Pos terkait