Warga Kabupaten Bekasi Manfaatkan Banjir untuk Berburu Ikan, Dijual Hingga Rp150 Ribu

Di tengah banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bekasi, sejumlah warga justru menemukan cara unik untuk mengisi waktu sekaligus mendapatkan penghasilan tambahan. Berbekal alat tangkap sederhana seperti serok jaring, jala, hingga ancok atau jaring persegi empat, warga berhasil mendapatkan aneka jenis ikan seperti lele, wader, gabus, hingga lundu saat banjir.
Di tengah banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bekasi, sejumlah warga justru menemukan cara unik untuk mengisi waktu sekaligus mendapatkan penghasilan tambahan. Berbekal alat tangkap sederhana seperti serok jaring, jala, hingga ancok atau jaring persegi empat, warga berhasil mendapatkan aneka jenis ikan seperti lele, wader, gabus, hingga lundu saat banjir.

BERITACIKARANG.COM, CIKARANG UTARA – Di tengah banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bekasi, beberapa warga justru menemukan cara unik untuk mengisi waktu sekaligus mendapatkan penghasilan tambahan. Dengan memanfaatkan kondisi banjir, mereka tampak asik berburu ikan yang melimpah di sekitar pemukiman.

Seperti yang terlihat di Desa Karang Raharja, Kecamatan Cikarang Utara. Sejumlah warga sibuk menangkap berbagai jenis ikan di lokasi banjir. Berbekal alat tangkap sederhana seperti serok jaring, jala, hingga ancok atau jaring persegi empat, warga berhasil mendapatkan aneka jenis ikan seperti lele, wader, gabus, hingga lundu.

Bacaan Lainnya

Tidak hanya di Desa Karang Raharja, aktivitas serupa juga terlihat di Desa Sriamur, Tambun Utara. Di sana, warga menggunakan ancok untuk menangkap ikan. Menariknya, tidak hanya kaum pria yang terlibat dalam kegiatan ini, tetapi juga ibu-ibu rumah tangga.

BACA: Warga Perumahan PNR Mancing di Tengah Banjir

Salah satunya adalah Siti, seorang pencari ikan yang mengaku memanfaatkan hasil tangkapan untuk dijual kembali.”Ikan yang didapat biasanya wader. Biasanya saya jual setengah kantong 10 ribu rupiah. Tapi ya nggak tentu juga hasilnya. Kadang bisa dapat 100 ribu rupiah,” ujar Siti, Senin (19/01).

Hal serupa juga disampaikan Alex, seorang pencari ikan lainnya. “Ikan yang didapat macam-macam, kadang wader, kadang betok. Biasanya ikan kecil-kecil. Jualnya juga nggak tentu, ada yang beli 10 ribu atau 15 ribu. Lumayan lah mumpung lagi libur,” kata Alex sambil tersenyum.

Hasil berburu ikan ini umumnya dimanfaatkan warga untuk konsumsi pribadi bersama keluarga. Namun, tidak sedikit pula yang menjual ikan segar tersebut kepada pembeli yang sengaja datang ke lokasi banjir. Rata-rata pencari ikan dapat meraup keuntungan hingga 100 ribu hingga 150 ribu rupiah dari penjualan hasil tangkapan mereka. (DIM)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Pos terkait