BERITACIKARANG.COM, SERANG BARU – Warga Perumahan Villa Lestari, Desa Jayasampurna, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, mendesak pihak developer, PT Arjuna Ksatria Sejati, untuk segera menangani permasalahan longsor yang melanda wilayahnya. Longsor yang terjadi beberapa waktu lalu telah berdampak pada sedikitnya 10 rumah, dengan 2 di antaranya mengalami kerusakan cukup parah.
Salah satu warga terdampak, Ibu Titin, mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum ada penanganan serius dari pihak developer. “Waktu awal-awal longsor pernah dipasang patok kayu, tapi sekarang patoknya malah ikut kebawa longsor. Nah itu belum ada kelanjutannya, eh longsornya malah makin parah,” kata dia, Kamis (29/01).
Ibu dua anak ini juga mengaku keluarganya merasa khawatir akan adanya longsor susulan, terutama saat hujan turun. “Kamar di bagian bawah sudah retak-retak, sekarang kami tidur di ruang tamu karena takut tidur di kamar. Udah nggak berani,” tambahnya.
BACA: Komunitas Save Kali Cikarang Dorong Pemulihan Daerah Aliran Sungai
Ketua RW setempat, Suyatno, menjelaskan bahwa longsor diduga disebabkan oleh pengerukan tanah yang dilakukan pihak developer untuk membuat tanggul guna mengatasi banjir tak jauh dari lokasi tersebut. “Tanah di lokasi itu dikeruk untuk membuat tanggul. Jadi hanya tanah dari situ-situ saja yang diangkat dan digeser ke sana,” jelasnya.
Meski warga telah bertemu dengan pihak developer, Suyatno menyebutkan bahwa penanganan yang dilakukan sejauh ini hanya bersifat sementara, seperti pemasangan tiang pancang dari kayu atau batang pohon. “Developer terkesan meremehkan pengurus lingkungan. Itu yang membuat saya marah,” tegas Suyatno.
Sebagai bentuk langkah konkret, saat ini warga perumahan Villa Lestari telah membentuk Forum Komunikasi Warga untuk terus menyuarakan keluhan mereka. Warga juga berencana melakukan kerja bakti dengan menanam bambu sebagai langkah darurat untuk mencegah longsor lebih lanjut.
“Kami juga akan bersurat ke DPRD dan Pemerintah Kabupaten Bekasi, bahkan hingga ke Kementerian Perumahan Rakyat jika pihak developer tetap tidak memberikan solusi permanen,” tutup Suyatno.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak PT Arjuna Ksatria Sejati terkait desakan warga tersebut. Warga berharap agar permasalahan ini segera ditangani demi keselamatan dan kenyamanan mereka. (DIM)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
















