BERITACIKARANG.COM, MUARAGEMBONG – Tanggul Sungai Citarum yang berada di Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, jebol pada Senin (19/01) malam. Akibat peristiwa tersebut, air sungai meluap dan merendam pemukiman warga dengan ketinggian air mencapai 10 hingga 100 sentimeter.
Satibi (45), salah satu warga setempat menjelaskan kondisi tanah di sekitar tanggul yang masih gembur akibat tingginya intensitas hujan menjadi penyebab utama tanggul jebol.
“Hujan turun terus-menerus selama beberapa hari, tanahnya jadi gembur. Kena rembesan air sedikit saja langsung terkikis sampai akhirnya tanggul penahan Sungai Citarum itu jebol,” ungkapnya pada Selasa (20/01).
Warga setempat berusaha melakukan penanganan darurat dengan membendung aliran air menggunakan karung berisi tanah dan pasir serta penahan bambu. Proses tersebut dilakukan secara manual dengan bergotong royong. “Kami berusaha menahan air menggunakan karung-karung tanah dan bambu,” tambah Satibi.
BACA: Banjir Luapan Kali Cikarang, Perbaikan Tanggul Permanen Mendesak
Selain itu, warga juga berupaya menyelamatkan barang-barang berharga serta mengamankan anggota keluarga ke tempat yang lebih tinggi. “Sampai tadi malam, warga masih mengeluarkan barang-barang dari rumah. Sebagian ditaruh di tempat yang lebih aman dan kokoh. Ada barang yang selamat, tapi ada juga yang rusak,” jelasnya.
Jebolnya tanggul tidak hanya merendam rumah warga, tetapi juga memutus aktivitas masyarakat karena jalan utama ikut terendam banjir. Ribuan hektare tambak ikan dan sawah milik warga turut terancam gagal panen. “Tambak banyak yang ikannya hanyut terbawa air. Sawah juga rusak, padahal sebagian padi sudah mulai menguning,” keluh Satibi.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriyadi, menjelaskan bahwa jebolnya tanggul terjadi akibat meningkatnya debit air Sungai Citarum setelah hujan deras. “Debit air meningkat sehingga meluap ke permukiman warga. Namun, kami mencatat tidak ada korban jiwa atau luka-luka dalam kejadian ini,” ujarnya.
Wilayah terdampak meliputi Kampung Bendungan RT 03/05 dengan 141 kepala keluarga (KK), Kampung Gedung Cinde RT 01/05 dengan 105 KK di area tanggul kritis, Kampung Singkil RT 02/06 sebanyak 152 KK, Kampung Gedung Bokor RT 03/03 dengan 30 KK, serta Kampung Biyombong RT 03/06 sebanyak 125 KK.
Sebagai langkah penanganan darurat, BPBD Kabupaten Bekasi telah melakukan koordinasi dengan RT, kepala dusun, serta pemerintah desa untuk pendataan dan distribusi bantuan logistik ke lokasi terdampak. Selain itu, pihaknya juga merekomendasikan pembangunan turap permanen di lokasi tanggul yang jebol.
“Pembangunan turap permanen sangat diperlukan agar kejadian serupa tidak terulang, terutama saat debit air sungai meningkat,” tutupnya.(DIM)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
















