BERITACIKARANG.COM, CIKARANG PUSAT – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, menggelar dialog interaktif bersama ratusan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi organisasi kemahasiswaan Cipayung Plus Bekasi. Dialog tersebut merupakan tindak lanjut atas aksi unjuk rasa yang dilakukan aliansi tersebut beberapa waktu lalu.
Dalam forum tersebut, Asep Surya Atmaja didampingi oleh jajaran pejabat strategis Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi, termasuk unsur asisten daerah, kepala dinas teknis, termasuk Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, Ade Sukron.
Asep menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak antikritik dan justru memandang masukan dari mahasiswa sebagai energi positif untuk perbaikan kinerja pemerintahan. “Alhamdulillah hari ini kita sudah menandatangani MoU dengan Cipayung Plus. Bagi saya pribadi, ini bukan sekadar audiensi, tapi juga menambah banyak masukan untuk membangun Kabupaten Bekasi agar lebih baik,” ujar Asep.
BACA: Aksi Cipayung Plus Bekasi Jadi Alarm, DPRD: Pemerintah Jangan Abai Persoalan Rakyat
Dalam dialog tersebut, Asep juga mengungkapkan komitmennya untuk membangun pemerintahan yang solid dengan konsep super team, bukan superman. Ia menekankan pentingnya melibatkan semua elemen masyarakat, termasuk mahasiswa, dalam proses pembangunan daerah. “Kita ini bukan superman, tapi akan saya buat menjadi super team. Semua akan saya libatkan untuk membangun Kabupaten Bekasi agar bangkit, maju, dan sejahtera,” tegasnya.
Asep menyebut terdapat sekitar delapan hingga sembilan poin tuntutan mahasiswa yang menjadi catatan penting bagi pemerintah daerah. Ia berjanji akan melengkapi dan memperbaiki kekurangan yang ada secara bertahap. Kehadiran langsung kepala dinas dalam forum tersebut juga dinilai sebagai langkah percepatan dalam merespons aspirasi mahasiswa. “Kalau dinasnya hadir langsung, berarti bisa cepat. Mereka mendengar langsung, menjawab langsung. Jadi tidak perlu waktu lama,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, Ade Sukron, menyatakan bahwa pihaknya siap mengawal berbagai aspirasi dan tuntutan yang disampaikan mahasiswa. “Dari delapan poin tadi, tentu menjadi tugas kami bagaimana hal-hal yang menjadi konsen tersebut bisa kita kawal bersama. Beberapa poin juga memang sedang kita lakukan,” ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, ratusan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi organisasi kemahasiswaan Cipayung Plus menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Bupati Bekasi pada Kamis (02/04). Aksi ini bahkan sempat memanas ketika massa mencoba merangsek masuk dari gerbang komplek perkantoran Pemkab Bekasi hingga ke teras Gedung Bupati.
Mahasiswa dari tujuh organisasi kepemudaan, yaitu Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (Hima Persis), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), dan Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), menyuarakan berbagai tuntutan yang mereka nilai mendesak untuk segera ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah.
“Kami melakukan aksi ini berdasarkan keresahan yang kami akumulasikan dari berbagai persoalan di Kabupaten Bekasi yang hingga kini belum terselesaikan,” ujar Adhil Laksono Murti, Ketua HMI Cabang Bekasi sekaligus perwakilan massa aksi.
Adhil menjelaskan sejumlah poin utama yang menjadi tuntutan mereka, antara lain perbaikan layanan kesehatan, peningkatan infrastruktur jalan, jaminan hak pendidikan bagi mahasiswa tidak mampu, pemberantasan korupsi, jaminan kerja bagi warga lokal, evaluasi kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), penanganan bencana banjir, serta mosi tidak percaya terhadap Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI). Selain itu, mereka juga meminta DPRD Kabupaten Bekasi untuk mengawal seluruh tuntutan tersebut agar segera direalisasikan.
“Kami mendesak Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, dan pimpinan DPRD Kabupaten Bekasi untuk menemui kami secara langsung. Jika mereka tidak menemui kami, kami akan tunggu di ruangannya sampai mereka datang,” tegas Adhil.
Hingga pukul 17.00 WIB, massa aksi dari aliansi organisasi kemahasiswaan Cipayung Plus masih bertahan di teras Gedung Bupati Bekasi dengan penjagaan ketat dari anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan aparat kepolisian setempat. (DIM)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

















