Tabur Uang Koin: Tradisi Lebaran Keluarga yang Paling Ditunggu!

Momen sederhana namun penuh makna seperti tabur koin menjadi salah satu cara unik masyarakat di Cikarang, Kabupaten Bekasi untuk merayakan Idulfitri dengan penuh sukacita
Momen sederhana namun penuh makna seperti tabur koin menjadi salah satu cara unik masyarakat di Cikarang, Kabupaten Bekasi untuk merayakan Idulfitri dengan penuh sukacita

BERITACIKARANG.COM, CIKARANG PUSAT – Hari raya Idulfitri selalu menjadi momen yang penuh kebahagiaan dan kebersamaan. Berbagai tradisi unik pun dilakukan oleh umat muslim untuk menyambut hari kemenangan ini. Salah satu tradisi yang sangat dinantikan, terutama oleh anak-anak, adalah tabur uang koin yang dicampur dengan permen.

Tradisi ini biasanya dilakukan setelah shalat Idulfitri dan bersalam-salaman dengan para tetangga. Salah seorang anggota keluarga akan memanggil anak-anak dan mulai menaburkan uang koin ke berbagai arah, baik ke kanan, kiri, maupun belakang. Hal ini dilakukan agar semua anak bisa mendapatkan bagian.

Bacaan Lainnya

Ulumuddin, warga Desa Hegarmukti, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, mengungkapkan bahwa tradisi ini telah menjadi momen yang paling ditunggu-tunggu oleh keluarganya. “Ini tradisi lebaran di keluarga mertua. Buat seru-seruan aja,” kata dia, Senin (23/03).

BACA: Momen Lebaran di Lapas Cikarang, Warga Binaan Lepas Rindu dengan Keluarga

Menurutnya, nominal uang koin yang ditaburkan bervariasi, mulai dari pecahan Rp500 hingga Rp1.000. Tidak ada aturan khusus mengenai jumlah uang yang harus disiapkan. Semakin banyak uang yang ditaburkan, semakin seru suasananya. Bahkan dengan total recehan seratus ribu rupiah saja, sudah cukup untuk membuat banyak anak-anak merasa senang.

“Jadi setiap kepala keluarga ikut nyumbang lalu digabung untuk ditabur. Kalau saya sudah ngumpulin dari sebelum puasa, ngumpulin kembalian dari minimarket, sedapetnya aja,” tambah Ulumuddin.

Keseruan tradisi ini bukan hanya soal berapa banyak uang yang berhasil dikumpulkan oleh anak-anak, tetapi juga proses berebut dan memungut uang koin tersebut. Ulumuddin menuturkan bahwa momen ini selalu diwarnai gelak tawa dan keceriaan.

“Setelah tabur uang koin selesai, kita akan saling memberitahu jumlah uang yang didapat. Terkadang lebih sering menertawakan proses memungutnya dibanding mementingkan jumlah nominal uangnya, apalagi kalau ada yang tangannya keinjak,” tuturnya sambil tertawa.

Tradisi tabur uang koin ini tidak hanya menciptakan kebahagiaan bagi anak-anak, tetapi juga mempererat hubungan keluarga dan sanak saudara. Momen sederhana namun penuh makna seperti ini menjadi salah satu cara unik masyarakat untuk merayakan Idulfitri dengan penuh sukacita. (DIM)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Pos terkait