BERITACIKARANG.COM, CIKARANG UTARA – Dalam upaya mendorong keterlibatan publik untuk mencapai target 100 gigawatt energi terbarukan di Indonesia, sebuah inisiatif integrasi program filantropi Islam resmi diluncurkan melalui acara Gala Iftar di Masjid Raya Al Azhar Jababeka, Cikarang, Rabu (04/03).
Acara bertajuk ‘Nyala Ramadan’ ini mempertemukan dua program utama, yaitu Wakaf Energi dari Yayasan Pesantren Islam Al Azhar (YPI Al Azhar) dan Sedekah Energi dari MOSAIC (Muslims for Shared Action on Climate Impact), yang bersinergi untuk mempercepat transisi energi nasional dengan pendekatan “Ekoteologi”.
Ekoteologi adalah konsep yang memadukan ajaran agama dengan tanggung jawab pelestarian alam. Peluncuran inisiatif ini menjadi simbol kebangkitan gerakan umat untuk lingkungan, khususnya dalam menghadapi krisis iklim global. Masjid kini didorong untuk mengambil peran strategis, tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat edukasi, inspirasi, dan aksi nyata dalam penggunaan energi bersih.
BACA: Kurangi Emisi Karbon, Pabrik di Kabupaten Bekasi Diminta Gunakan Solar Cell
Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar menyambut baik inisiatif ini. Menurutnya, penguatan inisiatif publik dan peran rumah ibadah sangat penting dalam mewujudkan target Indonesia untuk mencapai 100 gigawatt energi baru terbarukan.
“Wakaf energi mengingatkan kita pada teladan sahabat Nabi SAW, Utsman bin Affan, yang pernah mewakafkan sumur dan kebun kurma untuk kedaulatan air. Kini, melalui wakaf energi, kita berikhtiar mewujudkan kedaulatan energi. Program ini mengubah sinar matahari menjadi energi bersih untuk menghidupkan masjid dan fasilitas sosial kita. Ini adalah aset produktif yang hasilnya dapat mendukung dakwah pendidikan dan layanan sosial secara berkelanjutan,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Direktur Pemberdayaan Zakat Wakaf Kementerian Agama, Waryono Abdul Ghafur menegaskan pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam mengkampanyekan program ini. “Sedekah energi perlu disosialisasikan kepada para muzakki, wakif, dan dermawan. Saat ini, sedekah tidak hanya dalam bentuk bangunan fisik, tetapi juga dapat berupa energi. Kuncinya adalah kolaborasi, dan masjid menjadi simbol kekuatan masyarakat yang bersinergi,” jelasnya.

Program Sedekah Energi yang diinisiasi oleh MOSAIC sebelumnya telah berhasil menggerakkan lebih dari 21.000 donatur untuk mendanai pemasangan panel surya di enam masjid di Indonesia, menghasilkan daya sebesar 23.525 WP. Program ini juga melibatkan pelatihan bagi anggota komunitas masjid setempat agar mampu mengelola teknologi panel surya secara mandiri.
Direktur Program MOSAIC, Aldy Permana, menyatakan optimisme terhadap sinergi dengan YPI Al Azhar. “Apa yang telah kami rintis melalui Sedekah Energi membuktikan tingginya kepedulian masyarakat terhadap isu iklim. Dengan integrasi bersama Wakaf Energi, kami berupaya menciptakan model pembiayaan hijau berbasis umat yang lebih besar, transparan, dan mampu memperluas implementasi solarisasi secara masif di Indonesia,” ungkap Aldy.
Sementara itu, Pengurus YPI Al Azhar, Zahrudin Sulthani, menekankan bahwa pemanfaatan energi matahari sangat dianjurkan dalam Islam. “Alquran mendorong kita untuk menggali potensi energi demi kemaslahatan umat manusia. Oleh karena itu, mari kita manfaatkan energi matahari untuk solarisasi masjid-masjid agar lebih hemat energi listrik,” katanya.
Dalam acara peluncuran ini, YPI Al Azhar juga menyampaikan komitmennya untuk memastikan pengelolaan dana umat dilakukan secara transparan dan sesuai prinsip syariah. Mereka juga berencana memperluas penerapan model ini ke lebih banyak masjid dan lembaga pendidikan di bawah naungan yayasan.
Acara yang dihadiri oleh perwakilan kementerian, lembaga ziswaf, sektor swasta, akademisi, dan media ini bertujuan menjaring partisipasi serta komitmen langsung dari berbagai pihak untuk mendanai proyek solarisasi masjid di berbagai daerah. Sebagai lokasi percontohan pertama, Masjid Nurul Iman di Kabupaten Aceh Tamiang yang terdampak bencana banjir pada akhir tahun lalu akan menjadi penerima manfaat dari sinergi kedua program ini.
Mengambil momentum bulan suci Ramadan yang penuh semangat berbagi, masyarakat diajak untuk mendukung inisiatif ini melalui donasi yang dapat disalurkan melalui www.wakafenergi.id. Inisiatif bersama ini diharapkan dapat memicu gelombang transisi energi berbasis umat yang lebih besar di masa depan. (RIZ)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
















