BPJS Kesehatan
BPJS Kesehatan

Premi BPJS Kesehatan Batal Naik, Obon Minta Pemerintah Serius Tekan Defisit

BERITACIKARANG.COM, CIKARANG PUSAT  – Iuran jaminan kesehatan atau BPJS Kesehatan batal mengalami kenaikan. Mahkamah Agung (MA) telah mengabulkan sebagian permohonan uji materi terhadap Peraturan Presiden (Perpres) No 75 Tahun 2019 tentang Jaminan Kesehatan.

BACA: Iuran BPJS Kesehatan Naik, Pemkab Bekasi Butuh Tambahan Rp. 79 Milyar

Anggota Komisi IX DPR RI, Obon Tabroni mengatakan pemerintah harus dapat mencari solusi terbaik terkait masalah defisit dan kekurangan pembiayaan bagi penyelenggaraan BPJS Kesehatan pascakeputusan tersebut. Hal ini penting agar nantinya tidak ada pengurangan layanan yang diberikan terhadap warga yang membutuhkan.

“Karena kan prinsipnya pelayanan nggak boleh turun. Oleh karenanya ketika mekanisme hukum menyatakan bahwa premi BPJS tidak boleh naik, maka beban (defisit dan kekurangan pembiayaan) itu ada di Pemerintah dan itu sebetulnya masih sangat memungkinkan untuk dianggarkan,” kata Obon Tabroni, Kamis (12/03).

Kedepan, sambungnya, untuk menekan defisit dan kekurangan pembiayaan itu maka perlu upaya serius dari pemerintah. Diantaranya adalah dengan melakukan efesiensi dan mencegah potensi terjadinya praktik fraud (kecurangan) yang dilakukan baik oleh peserta, FKTP (Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama), FKTL (Fasilitas Kesehatan Tingkat Lanjut), BPJS hingga penyedia obat.

Baca Juga

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Cikarang, Nur Indah Yuliaty saat menggelar konfrensi pers mengenai Implementasi Peraturan Presiden nomor 82 tahun 2018 di Kantor BPJS Kesehatan, Ruko Central City Desa Sukadami Kecamatan Cikarang Selatan, Rabu (19/12).

Bayi Baru Lahir Wajib Didaftarkan Ke BPJS Kesehatan, Ini Manfaatnya…

BERITACIKARANG.COM, CIKARANG SELATAN – Menuju akhir tahun 2018, kehadiran Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82 Tahun …

Mulai Agustus Ini, BPJS Kesehatan Stop Kerjasama dengan RS Medirosa Jababeka

BERITACIKARANG.COM, CIKARANG PUSAT  – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan memutuskan untuk menghentikan kerja sama …