Pasca Lebaran, RSUD Kabupaten Bekasi Alami Lonjakan Pasien

BERITACIKARANG.COM, CIBITUNG – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Bekasi mengalami lonjakan kunjungan pasien pasca perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah. Sebagian besar pasien yang datang mengeluhkan penyakit yang dipicu oleh kelelahan dan pola hidup yang kurang terkontrol selama libur Lebaran.

Hal ini diungkapkan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, saat meninjau langsung pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Kabupaten Bekasi pada hari pertama kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) setelah libur Lebaran, Rabu (25/03). Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik.

Bacaan Lainnya

“Pasien meningkat. Banyak yang diare, mual, dan pusing. Itu karena pola makan, kebanyakan santan,” ujar Asep Surya Atmaja.

BACA: Dinkes Kabupaten Bekasi Sebut 3 Penyakit Ini Sering Dikeluhkan Pemudik

Dalam kunjungannya, Asep juga berdialog dengan keluarga pasien yang menyampaikan keluhan terkait lamanya proses penanganan. Menanggapi hal tersebut, Asep menjelaskan bahwa setiap pasien harus melalui proses observasi atau anamnesa untuk menentukan diagnosis dan penanganan yang tepat. Proses ini juga mencakup penempatan pasien di ruang perawatan sesuai jenis penyakit yang diderita.

“Untuk cek kolesterol saja kan harus puasa, jadi perlu waktu. Jadi di sini pasien bukan didiamkan tetapi diobservasi. Kalau sudah jelas, misalnya infeksi masuk ke ruang Seruni, kalau demam biasa ke penyakit dalam. Jadi tidak sembarangan dipindahkan,” jelasnya.

Terkait kehadiran pegawai di hari pertama kerja pasca-Lebaran, Asep memastikan seluruh tenaga medis hadir dan menjalankan tugasnya sesuai sumpah profesi mereka. “Tenaga medis full. Karena mereka terikat sumpah profesi, jadi tetap menjalankan kewajibannya,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Kabupaten Bekasi, dr. Sri Enny Mainiarti, menegaskan bahwa seluruh layanan rumah sakit berjalan normal tanpa adanya penerapan sistem kerja dari rumah (WFH). Ia memastikan bahwa seluruh tenaga medis dan pegawai hadir serta melayani pasien dengan optimal.

“Semua sistem berjalan, pasien terlayani. Dokter, perawat semuanya hadir. Kami tidak menerapkan WFH, semua instalasi tetap berjalan,” ujar dr. Sri Enny.

Ia juga menambahkan bahwa RSUD Kabupaten Bekasi memiliki total 1.026 tenaga kerja yang terdiri dari dokter, perawat, dan tenaga pendukung lainnya. “Total kalau ASN sama lainnya 1.026 orang, di situ ada dokter, perawat, dan lain-lainnya,” tandasnya.

Dengan lonjakan pasien pasca-Lebaran ini, RSUD Kabupaten Bekasi berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada masyarakat meskipun di tengah tantangan peningkatan jumlah pasien. (DIM)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Pos terkait