Pemeriksaan kesehatan terhadap warga yang terdampak banjir di Posko Pelayanan Kesehatan yang dibangun Puskesmas Cikarang Timur bersama aparatur Polsek Cikarang Timur di Kp. Kalendrowak, RT 001/002, Desa Karangsari, Kecamatan Cikarang Timur, Selasa (07/01) kemarin.
Pemeriksaan kesehatan terhadap warga yang terdampak banjir di Posko Pelayanan Kesehatan yang dibangun Puskesmas Cikarang Timur bersama aparatur Polsek Cikarang Timur di Kp. Kalendrowak, RT 001/002, Desa Karangsari, Kecamatan Cikarang Timur, Selasa (07/01) kemarin.

Pasca Banjir, Warga Kabupaten Bekasi Dominan Terjangkit Penyakit Kulit

BERITACIKARANG.COM, CIKARANG PUSAT  – Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi telah menyalurkan sejumlah bantuan medis dan mengerahkan seluruh tenaga medisnya yang ada di 44 Puskesmas untuk warga terdampak banjir.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan di DInas Kesehatan Kabupaten Bekasi, Wawan Hermawan mengatakan bahwa pengerahan tim medis lantaran banjir secara tidak langsung telah meningkatkan berbagai macam penyakit.

“Kondisi tersebut disebabkan air banjir yang kotor bercampur dengan berbagai kotoran. Sehingga dengan mudah dapat menular kepada manusia,” ujar Wawan Hermawan, Kamis (09/01).

Wawan mengatakan sejak tanggal 02 hingga 05 Januari 2020 tercatat sebanyak 1800 orang korban banjir  telah mendapatkan pelayanan medis oleh pihak Puskesmas di Posko Pelayanan Kesehatan yang dibangun bersama aparatur TNI/Polri di lokasi banjir.

“Rata-rata pasien korban banjir itu mengalami penyakit kulit seperti gatal-gatal,” kata dia.

Meski demikian, pihaknya tetap mewaspadai adanya penyakit lain yang menjangkit masyarakat pasca banjir di awal tahun 2020 ini seperti leptospirosis atau kencing (urine) tikus yang terkontaminasi pada air banjir serta penyakit yang ditimbulkan karena faktor piskologis.

“Pusing dan stres akibat banjir juga menjadi pemicu timbulnya penyakit lain seperti hipertensi, jantung dan lain sebagainya sehingga harus diwaspadai juga,” kata dia.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, Sry Enny Mainiarti mengatakan selain mendirikan Posko Pelayanan Kesehatan pihaknya juga telah ikut bergerak membantu mendistribusikan bantuan bagi warga yang terdampak banjir.

“Kami sudah bergerak bersama Puskesmas dan UPTD Dinkes lainnya, SKPDS dan organisasi profesi sudah turun ke lapangan. Kami mengumpulkan logistik makanan, minuman dan pakaian layak pakai, susu, pampers maupun pembalut untuk diberikan ke tempat-tempat yang terkena banjir,” kata dia.

Berdasarkan laporan yang diterima, selain penyakit kulit, penyakit lain yang paling banyak dialami warga yang terdampak langsung banjir adalah Inspeksi Saluran Pernasapan Akut (ISPA), nyeri otot (Myalgia) serta sakit kepala (Cephalgia).  “Penyakit seperti itu yang banyak ditangani petugas medis kami,” kata dia. (BC)