Nelayan Muaragembong Keluhkan Harga LPG 3 Kilogram di Atas HET

Ketua Kelompok Nelayan Pantai Bahagia, Endang
Ketua Kelompok Nelayan Pantai Bahagia, Endang

BERITACIKARANG.COM, MUARAGEMBONG – Para nelayan di Desa Pantai Bahagia, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, mengeluhkan tingginya harga gas LPG 3 kilogram (gas melon). Harga gas subsidi tersebut di wilayah mereka mencapai Rp25 ribu per tabung, sedangkan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah hanya Rp18.750 per tabung.

Ketua Kelompok Nelayan Pantai Bahagia, Endang (51), menjelaskan bahwa salah satu penyebab mahalnya harga LPG 3 kilogram di wilayah tersebut adalah ketiadaan pangkalan gas resmi dan kondisi akses jalan yang rusak parah. Hal ini memaksa para nelayan membeli gas melon dari pengecer di warung-warung kecil dengan harga yang lebih mahal.

Bacaan Lainnya

“Di sini gas cukup mahal karena kami belinya eceran dari warung-warung kecil. Akses jalan yang rusak membuat distribusi sulit. Kendaraan pengangkut juga mikir-mikir untuk kirim,” ujar Endang.

BACA: Jamin Harga LPG 3 Kg Sesuai HET, Warga Kabupaten Bekasi Diimbau Beli di Pangkalan Resmi

Gas LPG 3 kilogram menjadi kebutuhan penting bagi para nelayan di Desa Pantai Bahagia, karena digunakan sebagai bahan bakar alternatif untuk menggerakkan mesin perahu. Penggunaan gas melon ini dinilai mampu menekan biaya operasional mereka. Namun, harga yang tinggi menjadi beban tambahan bagi para nelayan yang sudah menghadapi berbagai tantangan dalam mencari ikan.

Menanggapi keluhan ini, Kepala Bidang Pengendalian Barang Pokok dan Penting pada Dinas Perdagangan Kabupaten Bekasi, Helmi Yenti, menyatakan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan Pertamina untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Ia menjelaskan bahwa berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 104 Tahun 2007 jo Perpres 70 Tahun 2021 tentang penyediaan, pendistribusian, dan penetapan harga LPG 3 kilogram, nelayan termasuk dalam sasaran utama penerima subsidi LPG.

“Nanti kami dengan Pertamina akan memanggil agen yang menyalurkan LPG agar mau mendirikan pangkalan di situ. Jadi strategi kami untuk memerangi warung yang menjual LPG 3 kilogram sesukanya itu, kita perbanyak pangkalan. Sehingga otomatis masyarakat dapat dengan mudah mendatangi pangkalan,” ungkap Helmi.

Dengan adanya pangkalan gas resmi di Desa Pantai Bahagia, diharapkan keluhan para nelayan terkait tingginya harga LPG 3 Kg dapat teratasi. “Pemerintah tentunya akan berupaya untuk mendukung kelancaran distribusi kebutuhan pokok di wilayah tersebut, termasuk gas LPG,” kata dia. (DIM)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Pos terkait