Dampak penutupan lebih awal akses menuju Jalan Tarum Barat mengakibatkan penumpukan kendaraan di Kp. Rawa Sentul, Minggu (12/09) malam.
Dampak penutupan lebih awal akses menuju Jalan Tarum Barat mengakibatkan penumpukan kendaraan di Kp. Rawa Sentul, Minggu (12/09) malam.

Merasa Dipersulit, Masyarakat Keluhkan Penutupan Lebih Awal Jalan Tarum Barat

BERITACIKARANG.COM, CIKARANG PUSAT  – Sejumlah masyarakat mengeluhkan penutupan Jalan Tarum Barat Desa, Jayamukti, Kecamatan Cikarang Pusat yang merupakan kawasan pemukiman dan pusat pertokoan di daerah itu. Sebab, adanya penutupan jalan yang dilakukan lebih awal membuat aktivitas warga terganggu.

Berdasarkan pantauan di lokasi, pada Minggu 12 September 2021 malam malam akses warga yang hendak masuk ke Jalan Tarum Barat di pintu 11 Jababeka dengan kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat ditutup menggunakan plang penutup jalan pada pukul 20.00 WIB. Kondisi ini terjadi sejak diberlakukannya PPKM Darurat awal Juli 2021 lalu.

Adanya penutupan akses jalan itu membuat sejumlah masyarakat yang ingin berbelanja atau pulang ke perumahan Cikarang Baru mengeluh. Mega (33) salah satunya. Menurut dia, penutupan jalan itu justru membuat jalan-jalan lain menjadi macet.

“Saya tadi mau ke sini (Tarum Barat), harus puter arah. Jadi bikin kemacetan di mana-mana (Kp. Rawa Sentul),” kata dia, Minggu (12/09) malam.

Salah seorang pengunjung lainnya di kawasan pusat pertokoan Jalan Tarum Barat, Yuda (26) juga mengeluhkan penutupan jalan itu. Penutupan itu dinilai membuat susah masyarakat yang mau berbelanja di pusat pertokoan tersebut.

“Mau nggak mau harus muter ke Rawa Sentul. Tapi disana seringnya macet karena jalannya sempit. Apalagi kalau udah ada mobil ketemu mobil,” kata dia.

Masyarakat berharap, petugas maupun pengelola kawasan Jababeka II dapat kembali membuka akses jalan tersebut. Mereka mewajarkan jika penutupan jalan dilakukan pukul 22.00 WIB sebagaimana kebijakan awal. Terlebih, saat ini pelonggaran PPKM sudah diberlakukan.

“Penyekatan di jalan tol saja sudah dibuka. Lah kok ini masih saja ditutup? Kalo mo ditutup dengan alasan keamanan ya jam 10 malam wajar, kita memahaminya. Tetapi kalau ditutupnya jam 8 malam namanya bikin susah masyarakat,” imbuh Yuda. (BC)