BERITACIKARANG.COM, CIKARANG PUSAT – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas oleh pemerintah pusat dinilai mampu memberikan dampak signifikan terhadap penguatan ekonomi lokal, khususnya di Kabupaten Bekasi. Program ini tak hanya bertujuan meningkatkan kesejahteraan keluarga, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi desa melalui sinergi dengan potensi lokal.
Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bappeda Kabupaten Bekasi, Fadly Marissatrio, mengungkapkan bahwa Pemkab Bekasi telah mengoptimalkan program MBG untuk mendorong perputaran ekonomi lokal. Program ini melibatkan banyak pihak, termasuk petani, nelayan, dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
“Di Kabupaten Bekasi, Satuan Tugas MBG resmi dibentuk pada tahun 2026 melalui Surat Keputusan (SK) Bupati. Setelah itu kami langsung melakukan berbagai langkah implementasi di lapangan,” ujar Fadly.
BACA: Badan Gizi Nasional: Lansia, Pemulung hingga Anak Jalanan akan Dapat MBG
Salah satu strategi utama yang diterapkan adalah menghubungkan petani dan nelayan lokal dengan dapur MBG melalui peran aktif BUMDes. Pemerintah daerah mendorong agar bahan baku pangan tidak lagi dibeli dari pasar dengan harga tinggi, melainkan langsung dari produsen lokal.
“Kami mendorong petani untuk menjual hasil panennya ke BUMDes, yang kemudian akan memasok bahan baku ke dapur MBG. Dengan cara ini, petani terbantu, BUMDes aktif, dan ekonomi desa pun berputar,” jelasnya.
Fadly menambahkan, salah satu contoh keberhasilan penerapan model ini terlihat di BUMDes Pebayuran, Desa Karangpatri. BUMDes tersebut kini mampu menyerap lebih dari 50 tenaga kerja lokal.
“Keberhasilan ini akan kami jadikan best practice atau proyek percontohan agar BUMDes lain di Kabupaten Bekasi dapat berkembang dengan pola serupa,” lanjutnya.
Lebih jauh, Fadly menekankan bahwa sinergi antara program MBG dengan potensi lokal merupakan langkah strategis untuk menjadikan program nasional ini tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga produktif dan berkelanjutan.
“Tujuan utama kami adalah menumbuhkan perputaran ekonomi di wilayah. Dalam hal ini, BUMDes diposisikan sebagai pemasok utama bahan baku MBG. Petani, nelayan, dan pembudidaya menjadi rantai pasok utama ke BUMDes,” pungkasnya.
Dengan pendekatan ini, diharapkan program MBG tidak hanya menjadi solusi jangka pendek untuk meningkatkan gizi masyarakat, tetapi juga mampu menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi perekonomian lokal Kabupaten Bekasi. (DIM)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
















