Mantan Bupati Bekasi Mochammad Djamhari Tutup Usia di Bandung

Kabar duka datang dari mantan Bupati Bekasi, Mochammad Djamhari, yang meninggal dunia pada Senin (12/01) malam sekitar pukul 21.00 WIB di Bandung
Kabar duka datang dari mantan Bupati Bekasi, Mochammad Djamhari, yang meninggal dunia pada Senin (12/01) malam sekitar pukul 21.00 WIB di Bandung

BERITACIKARANG.COM, BANDUNG – Kabar duka datang dari mantan Bupati Bekasi, Mochammad Djamhari, yang meninggal dunia pada Senin (12/01) malam sekitar pukul 21.00 WIB di Bandung. Mochammad Djamhari, yang lahir pada 2 November 1943, merupakan seorang perwira militer dan tokoh penting dalam sejarah pemerintahan Kabupaten Bekasi. Ia menjabat sebagai Bupati Bekasi dari tahun 1993 hingga 1998 dengan didampingi oleh wakilnya, Dede Satibi.

Djamhari terpilih sebagai Bupati Bekasi melalui proses pemilihan yang berlangsung pada 9 Oktober 1993. Dalam pemilihan yang diselenggarakan oleh DPRD tersebut, ia berhasil mengungguli dua kandidat lainnya, Kailani AR dan Nonon Sonthanie. Djamhari memperoleh 31 suara dari total 45 suara, sementara Kailani dan Nonon masing-masing memperoleh 8 dan 6 suara. Ketua DPRD saat itu, Abdul Manan, menyebut pencalonan Djamhari sebagai salah satu yang paling mulus dalam sejarah pemilihan kepala daerah di Bekasi. Ia kemudian dilantik sebagai Bupati Bekasi pada 9 November 1993.

Bacaan Lainnya

BACA: Fakta Menarik Sejarah Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi, Yuk Simak!

Selama masa kepemimpinannya, Djamhari berperan penting dalam melanjutkan proses industrialisasi di Bekasi. Ia sempat mengusulkan konsep “kembali ke desa” sebagai upaya untuk memperkuat peran desa dalam menopang wilayah metropolitan Jakarta. Namun, usulan ini kalah dengan pesatnya laju industrialisasi yang sedang berlangsung. Salah satu pencapaian besar Djamhari adalah pengawasan terhadap peningkatan status Kota Administratif Bekasi menjadi kota otonom penuh pada tahun 1996. Kailani AR, yang sebelumnya menjabat sebagai walikota administratif, kemudian diangkat sebagai walikota pertama Kota Bekasi.

Namun, menjelang akhir masa jabatannya, Djamhari menghadapi berbagai tekanan akibat gelombang reformasi yang melanda Indonesia setelah jatuhnya Presiden Suharto pada Mei 1998. Ia menghadapi protes dari Persatuan Aksi Mahasiswa Reformasi Bekasi yang menuntut pengunduran dirinya atas tuduhan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Djamhari akhirnya mengajukan surat pengunduran diri kepada Gubernur Jawa Barat dan Menteri Dalam Negeri. Pada 9 November 1998, ia resmi digantikan oleh Wikanda Darmawijaya sebagai Bupati Bekasi. (RIZ)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Pos terkait