Mahasiswa Asal Cikarang Selatan Berhasil Dievakuasi dari Iran

BERITACIKARANG.COM, CIKARANG SELATAN – Muhammad Jawad (26), seorang mahasiswa asal Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, berhasil dipulangkan ke Indonesia bersama rombongan Warga Negara Indonesia (WNI) lainnya dari Iran. Jawad, yang tengah menempuh studi di Negeri Para Mullah, tiba di tanah air pada Selasa (10/03) sore setelah melalui proses evakuasi yang difasilitasi oleh pemerintah RI.

Jawad, yang menempuh pendidikan S1 di jurusan Ilmu Al-Quran dan Tafsir di Al Mustafa International University, Iran, dievakuasi bersama istrinya, Zainab Alkubro (26), serta 32 WNI lainnya. Kepulangannya sempat tertunda akibat situasi konflik bersenjata yang memanas di kawasan tersebut.

Bacaan Lainnya

“Sebetulnya saya ikut evakuasi bukan karena takut atau bagaimana. Memang saya sama istri sudah ada rencana pulang, tapi penerbangannya dibatalkan,” ujar Jawad saat dikonfirmasi pada Kamis (12/03).

BACA: Belum Ada Laporan Jamaah Umrah Kabupaten Bekasi Tertahan di Arab Saudi

Rencana kepulangan Jawad sebelumnya telah dijadwalkan pada 3 Maret 2026. Namun, serangan rudal yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran pada akhir Februari membuat seluruh jadwal penerbangan dibatalkan karena zona udara yang tidak aman. Akibat situasi tersebut, Jawad memutuskan untuk mengisi formulir evakuasi yang disediakan oleh KBRI Teheran.

“Alhamdulillah, kemarin kami sampai di tanah air dengan selamat,” tambahnya.

Selama berada di Iran, Jawad tinggal di Kota Mashhad. Ia mengungkapkan bahwa kondisi di kota tempat tinggalnya relatif kondusif dan jauh dari hiruk-pikuk peperangan. Aktivitas masyarakat di sana berjalan normal, meskipun sempat terganggu oleh masa berkabung nasional selama tujuh hari setelah wafatnya Ali Khamenei.

“Selama di sana normal saja. Saat pemerintah menetapkan masa berkabung nasional, perkantoran dan kampus memang tutup, tapi masyarakat masih bisa beraktivitas untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” jelasnya.

Perjalanan dari Mashhad ke Teheran yang memakan waktu 12 jam dengan kereta api juga berlangsung tanpa hambatan. Namun, Jawad menyebut dirinya sempat mendengar suara dentuman ketika berada di gedung KBRI di Teheran. Dentuman tersebut berasal dari sistem pertahanan udara Iran yang sedang menghalau serangan rudal lawan.

Ia pun mengaku terkesan dengan sikap warga Iran dalam menghadapi situasi konflik. Menurutnya, masyarakat lokal menunjukkan rasa nasionalisme yang sangat kuat dan kepercayaan penuh terhadap pemimpin serta militer mereka.

“Istri saya melihat bagaimana masyarakatnya memiliki kepercayaan 100 persen kepada pemimpinnya dan para militernya. Mereka selalu mendukung apa pun keputusan yang diambil oleh pejabat negara dan militer,” kata Jawad. (DIM)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Pos terkait