BERITACIKARANG.COM, TAMBUN UTARA – Akibat luapan Kali Bekasi, sejumlah pemukiman warga di Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, terendam banjir pada Kamis (12/02) pagi. Banjir memaksa para penghuni rumah untuk mengungsi secara mandiri. Aktivitas belajar mengajar di beberapa sekolah juga terpaksa diliburkan karena gedung sekolah turut tergenang air.
Informasi yang BeritaCikarang.com himpun, banjir disebabkan oleh tingginya debit air dari hulu sungai yang membuat Kali Bekasi tidak mampu menampung aliran air. Ketinggian air yang menggenangi pemukiman warga bervariasi, mulai dari 30 cm hingga mencapai 1 meter.
Kepala Seksi Ketertiban Umum Satuan Polisi Pamong Praja Kecamatan Tambun Utara, Abdul Rahman, menyatakan bahwa banjir ini memaksa sekitar 100 kepala keluarga (KK) mengungsi. Genangan air tersebar di empat desa, yaitu Desa Karang Satria, Satria Jaya, Satria Mekar, dan Sriamur.
BACA: Luapan Kali Bekasi Rendam Delapan Desa di Tambun Utara, Ribuan Warga Terdampak
“Akibat luapan Kali Bekasi, ada empat desa yang terdampak, yaitu Desa Karang Satria, Satria Jaya, Satria Mekar, dan Sriamur. Ada sekitar 100 KK yang terdampak. Para korban banjir melakukan evakuasi secara mandiri,” kata Abdul Rahman.
Selain menggenangi pemukiman warga, banjir juga merendam ruas Jalan Raya Pisangan, yang merupakan jalan utama penghubung antar kecamatan. Ketinggian air di jalan ini sempat mencapai satu meter sebelum akhirnya surut menjadi sekitar 40 cm. Sejumlah pengendara sepeda motor yang nekat menerobos genangan air mengalami kendala mesin mati
“Kalau di jalan ketinggian air mencapai 40 cm, sedangkan di pemukiman mulai dari 40 cm hingga 1 meter,” tambahnya.
Banjir tidak hanya terjadi di Kecamatan Tambun Utara. Di Kecamatan Sukawangi, tepatnya di Desa Sukamekar, banjir juga melanda akibat tanggul Kali Bekasi yang jebol. Warga setempat secara swadaya berupaya menutup tanggul yang jebol dengan karung berisi tanah untuk mengatasi kondisi tersebut. (DIM/DED)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
















