Tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng | Foto : Budi Sunarko
Tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng | Foto : Budi Sunarko

Lahan TPA Burangkeng Butuh Perluasan

BERITACIKARANG.COM, CIKARANG PUSAT  – Makin banyaknya volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng harus segera disikapi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi. Salah satunya dengan melakukan perluasan lahan.

Kepala Bidang Kebersihan di Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi, Dody A Suprianto mengatakan sejak 22 tahun yang lalu, TPA yang berada di Desa Burangkeng, Kecamatan Setu itu memiliki luas 11,8 hektare. Sementara volume sampah yang dibuang kesitu terus meningkat setiap tahunnya.

“Bisa dibayangkan dari 22 tahun yang lalu luas lahan TPA Burangkeng tidak pernah bertambah, sementara volume sampah yang masuk justru semakin meningkat tiap tahunnya” kata Dody A Suprianto, Kamis (20/09).

Berdasarkan catatanya, saat ini ada sekitar 125 – 130 unit truk sampah yang masuk ke TPA Burangkeng, terdiri dari 89 unit truk sampah milik Bidang Kebersihan di Dinas Lingkungan Hidup,  48 unit truk sampah dari Bagian Pasar di Dinas Perdagangan dan sisanya truk sampah milik swasta.

“Sehingga sekarang ini sampah yang masuk ke TPA kita buangnya ke atas bukan lagi kesamping karena keterbatasan lahan,” ungkapnya.

Dody menambahkan, perluasan TPA Burangkeng sebenarnya sudah lama diusulkan pihaknya. Namun, permintaan itu tak kunjung terealisasi. “Sebetulnya sudah lama kita usulkan untuk memperluas lahan TPA Burangkeng, tetapi sampai saat ini memang belum terealisasi dan domainnya itu ada di Bagian Tata Ruang (Dinas PUPR-red),” ucapnya.

Oleh karena itu, sambungnya, ia berharap ada kepedulian dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lain di lingkungan Pemkab Bekasi untuk menyelesaikan persoalan itu.  “Jadi jangan diserahkan semuanya ke Bidang Kebersihan,” kata dia.

Untuk diketahui, rencana perluasan TPA Burangkeng sebetulnya sudah diusulkan sejak beberapa tahun lalu. Rencana tersebut sempat mendapat penolakan oleh warga, termasuk dari pemerintah Desa Burangkeng, Kecamatan Setu. Mereka menolak karena perluasan area TPA dianggap melanggar Perda Nomor 12 Tahun 2011, tentang Rencana Tata Ruang dan Wilayah. (BC)

Baca Juga

Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja saat meninjau galian pipa pdam yang digunakan untuk hidran umum di di halaman Masjid Al Ikhlas, Kp. Poponcol, Desa Ridomanah, Kecamatan Cibarusah, Jumat (12/07) pagi | Foto : Humas Pemkab Bekasi

Pemasangan Pipa PDAM untuk Hidran Umum di Cibarusah Belum Maksimal

BERITACIKARANG.COM, CIBARUSAH –  Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja mewacanakan pembangunan hidran umum khusus untuk warga …

Martam (42) Kepala Desa Nagasari, Kecamatan Serang Baru digiring keluar menuju mobil tahanan usai menjalani pemeriksaan terkait kasus dugaan korupsi pengelolaan Tanah Kas Desa (TKD) di Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi, Rabu (10/07).

Pemkab Bekasi Tak Akan Beri Bantuan Hukum Untuk Kepala Desa Nagasari

BERITACIKARANG.COM, CIKARANG PUSAT  – Pemerintah Kabupaten Bekasi dipastikan tidak akan memberikan bantuan hukum kepada Kepala …