BERITACIKARANG.COM, CIBITUNG – Arus balik Lebaran di jalur pantura Kabupaten Bekasi menjadi semakin berwarna dengan kehadiran kerupuk melarat, camilan khas yang dibawa oleh para pemudik sebagai buah tangan dari kampung halaman mereka. Kerupuk warna-warni ini terlihat menggantung di motor para pemudik, menambah semarak suasana perjalanan.
Bayu Saputra (35), seorang pemudik asal Indramayu, mengungkapkan bahwa kerupuk melarat merupakan oleh-oleh wajib setiap kali ia kembali ke Jakarta usai mudik.
“Ini namanya kerupuk melarat, makanan khas daerah Cirebon dan Subang. Saya selalu bawa ini supaya bisa bagi-bagi ke tetangga kontrakan rumah,” ujarnya saat meneduh di Jalan Teuku Umar, Kecamatan Cibitung, Rabu (25/03) sore.
BACA: Arus Balik Lebaran 2026, Jalur Pantura Kabupaten Bekasi Mulai Padat
Bayu membeli kerupuk melarat seharga Rp15 ribu per kemasan plastik bening dengan dua pilihan rasa, manis dan asin. “Saya beli dua jadinya Rp30 ribu,” tambahnya sambil menunjukkan oleh-oleh yang digantung di sisi belakang jok motornya.
Hal serupa dilakukan oleh Kustanto (28), pemudik asal Pemalang, Jawa Tengah. Ia juga membawa kerupuk melarat sebagai buah tangan untuk tetangganya di Kota Bekasi. Namun, dia memilih menggantungkan kerupuknya di stang motor maticnya.
“Kalau balik ke Bekasi nggak bawa ini, rasanya ada yang kurang. Tetangga juga sudah titip. Ini oleh-oleh wajib, murah meriah tapi ngangenin,” tuturnya.

Kerupuk melarat memiliki keunikan tersendiri dibandingkan kerupuk pada umumnya. Jika biasanya kerupuk digoreng menggunakan minyak goreng, kerupuk melarat dibuat dengan cara digoreng menggunakan pasir yang sudah disaring dan disangrai terlebih dahulu. Pasir ini bukan sembarang pasir yang biasa digunakan untuk keperluan bangunan, melainkan pasir khusus yang aman untuk proses pengolahan makanan.
Keunikan dalam proses pembuatan serta harganya yang terjangkau membuat kerupuk melarat menjadi pilihan favorit para pemudik untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh khas daerah. Tradisi membawa camilan ini turut menambah kesan nostalgia dan kebersamaan dalam momen arus balik Lebaran. (DIM)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

















