BERITACIKARANG.COM, CIBARUSAH – Salah satu bidang seni kreatif yang sekarang tengah mendapatkan perhatian adalah fotografi. Selain memotret dengan ponsel, saat ini memotret dengan kamera lubang jarum juga sedang menjadi tren di indonesia khususnya di kalangan komunitas dan pelajar.
Inilah yang mendasari Cibarusah Centre dan Rumah Baca Hos Tjokroaminoto menggelar pelatihan pembuatan Kamera Lubang Jarum yang dilaksanakan di Taman Baca Silih Asah, Kp. Cironjo, RT 02/04, Desa Sindang Mulya, Kecamatan Cibarusah, Minggu (29/05).
Sejak pukul 12.30 WIB, sejumlah anak tampak antusias mengikuti proses pembuatan kamera lubang jarum yang disampaikan oleh Agustian, perwakilan dari Rumah Baca Hos Tjokroaminoto serta Alip dan Ardi, dua siswa kelas 6 SD Alam Anak Soleh Tarumajaya yang karyanya telah di pamerkan di Vision International Image Festifal 2013 di Bali dan dipajang di kantor Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pusat.
Ketua Umum Cibarusah Centre, Ahmad Djaelani mengatakan bahwa pelatihan pembuatan Kamera Lubang Jarum ini dilakukan sebagai wadah untuk menyalurkan kreatifitas anak-anak Cibarusah dalam bidang fotografi.
“Selain itu dalam proses pembuatan dan pencetakan hasil dari kamera lubang jarum juga ada unsur pendidikan dan ilmu pengetahuannya baik di bidang matematika, fisika, kimia, ataupun yang lainnya sehingga bagus untuk perkembangan anak-anak,” kata Kang DJ, panggilan akrab Ahmad Djaelani.
Sementara itu Agustian, menjelaskan bahwa bagus atau tidaknya gambar yang diambil menggunakan kamera lubang jarum dilihat dari proses pembuatan kamera, pengambilan gambar dengan memperhatikan banyaknya cahaya dan proses pencuciannya di ruangan gelap.
“Intinya untuk mendapatkan gambar yang bagus tidak cukup sekali tetapi harus dilakukan berulang kali,” kata Agus.
Dari pelatihan ini, ia pun berharap ada salah satu peserta yang bisa menghasilkan karya terbaiknya sehingga bisa diikusertakan dalam pameran KLJI atau Komunitas Lubang Jarum Indonesia yang akan diselenggarakan di Jakarta pada bulan Agustus 2016 mendatang bersama maestro pin hole dari Jepang yaitu Mr. Yazu Suzuka.
Salah seorang peserta, Putri (8) siswi SDN 02 Sindangmulya mengaku senang dengan adanya pelatihan ini. “Seneng aja, soalnya bisa belajar foto tetapi mesti sabar kalo nggak sabar hasil gambarnya jelek,” katanya.
Siti Rabiatussa’adah berpendapat kalau pelatihan ini sangat mendidik. Pasalnya dirinya bisa memanfaatkan kaleng bekas untuk dijadikan barang bermanfaat seperti kamera lubang jarum. “Baru tau dan ini baru pertama ikutan,” ucap siswi SMPN 1 Cibarusah kelas 9 itu.(DB)