BERITACIKARANG.COM, CIKARANG PUSAT – Kerajinan kulit reptil seperti buaya dan ular dinilai berpotensi untuk dikembangkan masyarakat di Kabupaten Bekasi. Kulit reptil bisa diolah untuk berbagai suvenir seperti dompet dan tas serta memiliki nilai ekonomis yang cukup besar.
Atas dasar itu, Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Dinas Perindustrian belum lama ini menggelar acara pelatihan dan pembinaan kepada para pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) dan kepada Wira Usaha Baru (WUB) untuk mengembangkan kerajinan berbahan kulit reptil.
“Pelatihan diikuti 40 orang peserta. Selain memberi ilmu sama networking (jaringan-red) kita juga mensosialisasikan resiko serta penyelesaiannya ketika mengembangkan kerajinan ini,” kata Sekretaris Dinas Perindustrian Kabupaten Bekasi, Juniardiana Rosatijawan, Kamis (30/08).
Adapun resiko yang harus dihadapi ketika mengembangkan kerajinan ini adalah tentang penggunaan bahan dasarnya, khususnya kulit buaya mengingat hewan reptil ini termasuk hewan yang dilindungi. Sehingga dengan adanya pembinaan itu, masyarakat mengetahui aturan yang mesti ditempuh yakni harus memiliki izin dari instansi terkait untuk menggunakan kulit reptil tersebut.
“Jadi IKM yang menggunakan bahan dasar kulit binatang reptil yang dilindungi, wajib memiliki izin,” ungkapnya.
Menurut dia, IKM di Kabupaten Bekasi yang mengembangkan kerajinan kulit reptil sudah ada yang bisa menembus pasar internasional dan bisa memberi keuntungan berlipat mulai dari pembuatan tas, sabuk dan aksesoris lainya.
“Pemasarannya sudah sampai keluar negeri karena komunitasnya banyak. Kalau modalnya itu kulit reptil permeter Rp. 250 ribu kalau sudah jadi kerajinan harga jualnya bisa mencapai Rp. 2,5 juta,” kata dia.
Juniardiana mengatakan setiap bulannya, Pemerintah Kabupaten Bekasi selalu melakukan pelatihan dan pembinaan kepada para pelaku IKM dengan mendatangkan narasumber yang sudah berpengalaman di bidangnya. Harapannya, agara pelaku IKM di Kabupaten Bekasi bisa lebih maju lagi ke depannya.
“Untuk pelatihan yang saat ini khusus pengrajin kulit reptil yang dimulai dari Senin sampai jumat. Harapannya dengan adanya pembinaan seperti ini semoga pelaku ukm bisa lebih sukses lagi,” tutupnya. (BC/SAR)