Jangan Ciderai Ramadan dengan Perang Sarung

Ilustrasi
Ilustrasi

BERITACIKARANG.COM, CIKARANG UTARA – Ramadan adalah bulan suci yang penuh berkah, di mana umat Muslim di seluruh dunia menjalankan ibadah puasa dan meningkatkan amal kebaikan. Namun, di beberapa daerah, termasuk di Kabupaten Bekasi tradisi yang tidak sesuai dengan semangat Ramadan, seperti perang sarung, masih sering terjadi, terutama di kalangan remaja.

Perang sarung, yang biasanya dilakukan dengan menggulung sarung hingga menyerupai senjata dan digunakan untuk saling memukul, telah menjadi fenomena yang meresahkan masyarakat. Tidak jarang, aksi ini berujung pada cedera fisik yang serius atau bahkan konflik antarwarga.

Bacaan Lainnya

Menanggapi fenomena ini, Kapolres Metro Bekasi, Sumarni, mengungkapkan bahwa pihaknya telah memerintahkan jajaran Polsek untuk meningkatkan pengamanan dan melakukan langkah preventif secara masif.

“Pencegahannya kami tentunya melakukan edukasi dan motivasi. Layanan Call Center 110 juga terus kami sosialisasikan agar masyarakat segera melapor jika melihat atau mengetahui kejadian semacam ini,” ujar Sumarni pada Selasa (24/02).

Sumarni menekankan pentingnya keterlibatan berbagai elemen masyarakat, seperti Kelompok Sadar Kamtibmas (Kopdar), Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM), serta aparat desa, untuk menciptakan sistem deteksi dini di lingkungan masing-masing.

“Kami meminta bantuan partisipasi Kopdar Kamtibmas, FKPM, hingga pihak desa untuk bersama-sama menjaga lingkungannya agar tidak ada warganya yang ikut-ikutan tawuran atau perang sarung,” tambahnya.

Selain itu, Kapolres juga menyoroti pentingnya peran keluarga dalam mencegah remaja terlibat dalam aksi anarkis. “Tentu pengawasan orang tua juga sangat krusial untuk memastikan anak-anak mereka tidak terjerumus dalam kegiatan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain,” tutupnya. (DIM)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Pos terkait