BERITACIKARANG.COM, CIKARANG PUSAT – Ikan nila, salah satu jenis ikan air tawar, telah menjadi komoditas yang sangat populer di berbagai negara, termasuk Indonesia. Kemudahan dalam proses budidaya, waktu panen yang relatif singkat, serta harga yang terjangkau menjadikan ikan ini pilihan utama bagi produsen dan konsumen. Namun, menariknya, situasi ini tidak berlaku di Jepang, negara yang justru dikenal dengan budaya konsumsi ikan yang tinggi.
Di Indonesia, ikan nila hadir sebagai salah satu tulang punggung sektor perikanan air tawar. Dari warung makan sederhana hingga restoran keluarga, ikan ini menjadi menu yang mudah ditemukan dan disukai oleh masyarakat. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan rata-rata konsumsi ikan niila per kapita per minggu mencapai 16,053 pada tahun 2022. Meski sempat mengalami penurunan pada 2023 dan 2024 menjadi masing-masing 15,708 dan 15,229, konsumsi kembali meningkat pada 2025 menjadi 16,477, angka tertinggi dalam periode pengamatan.
BACA: KKP Jadikan Muaragembong Kawasan Budidaya Nila Salin
Namun, cerita berbeda datang dari Jepang. Di negara tersebut, ikan nila sangat jarang dikonsumsi bahkan tidak dikenal sebagai bahan makanan. Hal ini disebabkan oleh citra lingkungan hidup ikan nila yang mampu bertahan di perairan dengan kualitas air kurang baik. Budaya kuliner Jepang yang sangat menekankan kesegaran, rasa alami, dan kualitas habitat ikan menjadi alasan utama mengapa ikan nila tidak diminati di sana.
Perbedaan ini menunjukkan bagaimana budaya dan preferensi lokal memengaruhi pola konsumsi pangan. Sementara di Indonesia ikan ini menjadi pilihan utama karena nilai ekonomis dan kemudahan budidayanya, di Jepang faktor kualitas habitat dan kesegaran menjadi pertimbangan penting dalam memilih bahan makanan.
Dengan permintaan yang terus meningkat di Indonesia, ikan nila diprediksi akan tetap menjadi komoditas unggulan dalam sektor perikanan air tawar di masa mendatang. Hal ini juga membuka peluang bagi para pelaku usaha untuk terus mengembangkan inovasi dalam budidaya dan distribusi guna memenuhi kebutuhan pasar domestik yang terus bertumbuh. (RIZ)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
















