Heboh Data Penduduk Dijual Hacker, Disdukcapil Kabupaten Bekasi Hentikan Layanan Online Sementara

BERITACIKARANG.COM, CIKARANG PUSAT  – Jutaan data penduduk di sejumlah kabupaten dan kota di Indonesia dilaporkan dijual di situs web forum hacker.

Menurut laporan lembaga studi CISSReC, setidaknya data yang dijual ini mencakup 8.797.669 data penduduk. Sebagai rincian, Kabupaten Malang menyumbang data terbanyak 3.165.815 data penduduk, disusul Kabupaten Bekasi sebanyak 2.339.060, Kabupaten Subang 1.989.263 dan Kota Bogor 1.303.531 data.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Bekasi Hudaya mengatakan pihaknya telah maleporkan persoalan ini ke Diektorat Jendral Kependudukan dan Catatan Sipil Kementrian Dalam Negeri serta Kepolisian Resort Metro Bekasi.

“Saat ini sudah ada Tim IT dari Kemendagri yang sudah turun langsung menangani,” kata Hudaya, Rabu (09/06).

Hudaya mengatakan sejak 2 Juni 2021 seluruh layanan online kependudukan dan cacatan sipil dihentikan sementara sambil menunggu evaluasi dari tim IT Kemendagri. Saat ini pelayanan hanya dibuka melalui aplikasi Whatsapp.

“Untuk sementara semua layanan online Dukcapil off. Ini bukan hanya di Kabupaten Bekasi, melainkan di seluruh Indonesia dan dialihkan melalui layanan Whatstapp” kata dia.

Hudaya mengaku masih menunggu instruksi dari Kemendagri untuk membuka kembali layanan online. “Menunggu arahana dari Pak Dirjen, karena ini seluruh Indonesia off,” tuturnya. (BC)

 

Baca Juga

Cetak Wirausaha Baru, Upaya Kabupaten Bekasi Pulihkan Ekonomi di Masa Pandemi

BERITACIKARANG.COM, CIKARANG SELATAN – Pemerintahan Kabupaten Bekasi saat ini tengah fokus melakukan beragam program sebagai …

Pj. Bupati Bekasi, Dani Ramdan, saat memimpin Rapat Koordinasi Forkopimda dengan Kepala Perangkat Daerah se-Kabupaten Bekasi, mengenai pembentukan Komite Kebijakan Covid-19.

Pemkab Bekasi Sinergikan Kesehatan dan Pemulihan Ekonomi

BERITACIKARANG.COM, CIKARANG PUSAT  – Pemerintah Kabupaten Bekasi berupaya untuk mensinergikan aspek kesehatan dan pemulihan ekonomi …