BERITACIKARANG.COM, CIKARANG PUSAT – Forum Anak Daerah Kabupaten Bekasi memanfaatkan momen Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) untuk Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) 2027 sebagai wadah menyuarakan aspirasi mereka kepada pemerintah daerah setempat.
Dalam kesempatan tersebut, Valentin Febrian (18), perwakilan Forum Anak Daerah Kabupaten Bekasi, mengemukakan sepuluh poin penting yang menjadi harapan anak-anak di wilayah tersebut. “Momen ini menjadi kesempatan strategis bagi kami untuk menyuarakan kebutuhan dan aspirasi anak-anak secara langsung kepada pembuat kebijakan,” ujar siswa SMKN 3 Cikarang Barat itu.
Salah satu usulan utama yang disampaikan adalah kemudahan layanan pembuatan Kartu Identitas Anak (KIA) dan Akta Kelahiran. Valentin meminta agar pemerintah daerah mempercepat dan mempermudah proses layanan tersebut hingga ke tingkat desa atau kelurahan, sehingga semua anak memiliki identitas hukum yang jelas.
BACA: Pernikahan Usia Dini di Kabupaten Bekasi Masih Marak, Mayoritas Dialami Anak Perempuan
Selain itu, Forum Anak Daerah Kabupaten Bekasi juga mengusulkan penyediaan fasilitas Informasi Layak Anak (ILA) di tempat umum dan sekolah untuk melindungi anak dari konten negatif serta berita bohong. Mereka turut mendesak pemerintah memperkuat regulasi pencegahan perkawinan usia anak dengan memperketat dispensasi kawin dan meningkatkan edukasi tentang bahaya pergaulan bebas.
“Kami ingin pemerintah mengoptimalkan peran Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspagar) sebagai tempat konsultasi bagi orang tua untuk menciptakan pola asuh yang ramah anak dan bebas kekerasan di rumah. Selain itu, kami berharap fasilitas kesehatan di Kabupaten Bekasi semakin ramah anak, termasuk menciptakan lingkungan bebas asap rokok di sekolah, tempat bermain, dan fasilitas umum lainnya,” tambah Valentin.
Dalam bidang kesehatan, Forum Anak juga mengajak pemerintah meningkatkan edukasi tentang kesehatan reproduksi, bahaya napza, serta pemberian gizi dan vitamin untuk mencegah stunting pada anak-anak dan remaja. Di sektor pendidikan, mereka meminta adanya pemerataan kualitas pendidikan serta peningkatan sarana prasarana sekolah, terutama di wilayah terpencil.
Tak hanya itu, Forum Anak juga menyoroti pentingnya penyediaan fasilitas untuk pengembangan minat dan bakat anak sebagai sarana edukasi sekaligus ruang inklusif untuk meningkatkan kreativitas. Mereka juga menolak segala bentuk perundungan serta mendesak adanya perlindungan dan pendampingan psikologis bagi korban perundungan, termasuk dukungan kesehatan mental secara berkelanjutan.
“Kami berharap pemerintah menyediakan sistem pengaduan yang aman, ramah anak, responsif, dan mampu menjadi ruang kepercayaan bagi anak untuk menyampaikan keluh kesah tanpa rasa takut,” tegas Valentin.
Menanggapi usulan tersebut, Plt Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, menyampaikan apresiasi kepada Forum Anak Daerah Kabupaten Bekasi atas inisiatif mereka. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus berupaya menjamin kesehatan, pendidikan, kependudukan, dan kesejahteraan sosial bagi anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.
“Fokus utamanya adalah memastikan perlindungan hak-hak dasar, kesehatan, serta infrastruktur ramah anak untuk menciptakan generasi berkualitas,” kata dia. (DIM)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

















