Demi Hemat Biaya Mudik, Pria Asal Jakarta Kayuh Sepeda Bawa Anak Pulang Kampung ke Tegal

BERITACIKARANG.COM, CIKARANG BARAT – Di tengah hiruk-pikuk arus mudik Lebaran dijalur arteri Pantura Kabupaten Bekasi, kisah seorang pemudik sepeda bernama Wastum (42) mencuri perhatian. Pria asal Prumpung, Jakarta Timur, ini rela menempuh perjalanan panjang menuju kampung halamannya di Tegal, Jawa Tengah, hanya dengan mengayuh sepeda.

Ditemui di Jalan Imam Bonjol, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, pada Senin (16/03) malam, Wastum mengaku telah menjalani tradisi mudik menggunakan sepeda selama sembilan tahun terakhir. Baginya, moda transportasi ini tidak hanya lebih hemat, tetapi juga memberikan kemudahan untuk langsung tiba di rumah tanpa biaya tambahan.

Bacaan Lainnya

“Saya sudah sembilan tahun mudik pakai sepeda. Daripada naik mobil ngongkos, ujung-ujungnya belum tentu sampai rumah dan harus bayar lagi. Kalau pakai sepeda ini kan sampai rumah langsung,” ujar Wastum.

BACA: Kapolres Metro Bekasi Imbau Pemudik Patuhi Aturan dan Utamakan Keselamatan

Dalam perjalanan kali ini, Wastum tidak sendiri. Ia turut membawa putranya yang masih berusia tiga tahun. Meski harus menempuh jarak yang cukup jauh, ia tetap optimistis dan merasa yakin bahwa perjalanan mereka akan berjalan lancar. Ia mengaku sering memanfaatkan tempat-tempat seperti masjid atau pom bensin untuk beristirahat.

“Kalau capek ya istirahat di masjid atau pom bensin. Yang penting aman dan terkendali,” tambahnya.

Wastum memperkirakan waktu tempuh perjalanan kali ini sekitar 51 jam. Durasi tersebut lebih lama dari biasanya karena ia harus mengayuh sepeda dengan kecepatan lebih pelan demi menjaga keamanan anaknya. Dengan persiapan sederhana, ia hanya membawa dua stel pakaian ganti dan bekal air minum untuk menghemat pengeluaran selama perjalanan.

“Persiapannya cuma baju dua sama bekal air dua. Soalnya kalau beli di jalan mahal,” ungkapnya.

Selain itu, Wastum juga memastikan kondisi sepedanya tetap prima dengan rutin memeriksa bagian-bagian vital seperti ban, rantai, dan as roda. Menurut perhitungannya, jika menggunakan kendaraan umum, biaya mudik bisa mencapai lebih dari Rp200 ribu. Namun dengan sepeda, ia hanya menghabiskan sekitar Rp40 ribu untuk kebutuhan makan selama perjalanan.

“Saya cuma pengen kumpul sama keluarga. Walaupun nggak punya uang, tetap jalan terus. Karena mudik ini setahun sekali,” tutupnya.(DIM)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Pos terkait