Sentra UMKM di Central Park Meikarta
Sentra UMKM di Central Park Meikarta

Central Park Meikarta Disulap Jadi Sentra UMKM Kabupaten Bekasi

BERITACIKARANG.COM, CIKARANG SELATAN  – Untuk meningkatkan sektor perekonomian warga Kabupaten Bekasi, Meikarta membuka puluhan ruang usaha bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di kawasan Central Park Meikarta.

CMO Meikarta, Lilies Surjono, mengatakan, UMKM memang mendapat perhatian khusus, sehingga perlu diberikan ruang untuk meningkatkan kualitasnya supaya tidak kalah bersaing dengan lainnya. Selain menyediakan kios, para pelaku UMKM juga diberikan edukasi dan bantuan publikasi.

“Langkah-langkah seperti edukasi penataan dan kebersihan tempat berdagang, membantu publish ke media sosial (Medsos) Meikarta dan mengundang para pengunjung untuk datang di sekitar dagangan mereka juga mendapat perhatian kami,” kata Lilies Surjono, Senin (30/11).

Pihaknya mengaku tidak miliki konsep muluk-muluk terkait adanya kolaborasi dengan kalangan UMKM tersebut. Intinya, pihaknya hanya ada niat memajukan UMKM dengan cara menyediakan kios-kios di Central Park Meikarta dimana mereka bisa memiliki kesempatan berusaha terutama di bidang kulinari.

“Yang diutamakan adalah rasa makanan yang harus enak dan harga tidak mahal,” kata dia.

Sementara itu, Tri Agus, Kepala pengelola Central Park Meikarta mengungkapkan, saat ini terdapat 26 Kios UMKM yang disiapkan dan sudah terisi penuh. “Khusus makanan dan minuman, kini sudah tersedia bakso, mie ayam, soto, ketoprak, mie instan, ice cream, ramen, teokpoki, gorengan, kerak telor dan segala jenis minuman dari mulai kopi, boba, jelly dan lain sebagainya,” kata dia.

Disebutkan pula, para pedagang UMKM tersebut berasal dari daerah sekitar, atau penduduk di area tersebut. “Kami mendukung mereka dengan memberikan fasilitas seperti listrik dan air,” katanya lagi.

Dikatakan, luas area setiap kios ialah sembilan meter atau 3x3m. Sedangkan total luasan area kios keseluruhan sekitar 234 meter.

Tri Agus juga memaparkan, di area central park seluas 105 hektar ini, jumlah traffic pengunjung per harinya ketika weekdays telah mencapai 5.000 orang. Sedangkan saat weekend bisa sampai 29.000 orang.

“Namun, kami secara ketat menerapkan protokol kesehatan kepada setiap pengunjung. Harus diukur suhu tubuhnya, wajib memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Kami terus menjalin kerjasama dengan Satgas Covid-19, dan pengawasan ketat dari aparat, demi keamanan serta kenyamanan bersama,” ujar Tri Agus. (ONE)