Bumi Perkemahan (Buper) Karang Kitri di Kecamatan Bojongmangu
Bumi Perkemahan (Buper) Karang Kitri di Kecamatan Bojongmangu

Buper Karangkitri Disulap Jadi Tempat Isolasi Mandiri

BERITACIKARANG.COM, BOJONGMANGU – Bumi Perkemahan (Buper) Karang Kitri yang berada di Desa Karangmulya, Kecamatan Bojongmangu bakal disulap untuk tempat isolasi mandiri (isoman) warga yang terpapar virus Covid-19.

Camat Bojongmangu Agung Suganda mengatakan, disiapkannya Buper Karang Kitri sebagai lokasi isoman merupakan bentuk antisipasi dari Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kecamatan Bojongmangu apabila rumah sakit atau hotel penuh.

“Kami bersama TNI/Polri dan Puskesmas Karangmulya menyiapkan tempat ini karena dinilai cukup layak untuk tempat isoman warga Bojongmangu yang terkonfirmasi positif Covid-19,” ujarnya saat ditemui di Buper Karang Kitri, Jumat (16/07).

Agung menyebutkan, selama ini warga Bojongmangu yang terpapar Covid-19 menjalani isoman di rumah. Tapi sayangnya banyak saudara dan kerabat dekatnya yang menjenguk sehingga sangat rentan ikut terpapar virus mematikan tersebut.

“Akhirnya kita sepakati, kita menyediakan tempat khusus bagi warga Bojongmangu yang terpapar Covid-19 di Buper Karang Kitri ini. Kami juga sudah berkordinasi dengan pihak-pihak terkait,” ujarnya.

Agung menjelaskan, pihaknya bersama BNPB sudah menyiapkan gedung kantor Pramuka sebagai tempat isolasi mandiri dan satu buah tenda yang akan dijadikan ruang tunggu keluarga pasien yang akan menjenguk.

“Kita siapkan 30 velbed (tempat tidur lipat) untuk 15 pasien laki-laki dan 15 pasien perempuan. Tapi ruangannya terpisah,” jelasnya.

Agung menambahkan, meski saat ini Buper Karang Kitri sedang disiapkan untuk lokasi isoman, namun dirinya berharap, tidak terjadi lonjakan kasus Covid-19 di wilayah Bojongmangu.

“Ya, harapan kami mudah-mudahan tidak ada yang mengisi. Kita mengantisipasi saja. Hari ini pun kasus Covid-19 di Bojongmangu Alhamdulillah sudah menurun,” ucapnya.

Kepala UPTD Puskesmas Karangmulya, Dadan Mulyana, saat ditemui di lokasi yang sama, mengatakan, apabila tempat isoman di Buper Karang Kitri difungsikan, maka harus disiapkan tenaga kesehatan (nakes) yang bertugas merawat pasien.

“Untuk Nakes-nya harus merekrut dari luar, karena petugas kesehatan dari Puskesmas Karangmulya terbatas,” ujarnya. (***)