BERITACIKARANG.COM, CIKARANG PUSAT – Banjir masih melanda Kabupaten Bekasi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut sejak Sabtu (17/01) malam. Hingga Minggu (18/01) siang pukul 13.00 WIB, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi mencatat titi banjir tersebar di 33 desa yang terdapat di 16 kecamatan, dengan total 4.622 kepala keluarga (KK) terdampak.
“Intensitas hujan sangat tinggi dan berlangsung cukup lama memicu meluapnya Kali Gabus, Sungai Cibeet, Sungai Citarum, Kali Sadang, dan Kali Ciherang,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi,
Ketinggian air bervariasi di sejumlah lokasi, mulai dari 10 hingga 200 sentimeter. Desa Karangraharja di Kecamatan Cikarang Utara menjadi salah satu wilayah terparah dengan ketinggian air mencapai dua meter. Dodi menjelaskan bahwa hujan lebat yang merata di wilayah hulu dan hilir menjadi penyebab utama banjir kali ini.
BACA: Alih Fungsi Lahan Jadi Pemicu Utama Banjir di Kabupaten Bekasi
“Evakuasi menjadi prioritas utama untuk wilayah dengan ketinggian air di atas satu meter. Kami telah mengerahkan personel serta peralatan seperti perahu dan kendaraan operasional untuk membantu proses evakuasi,” tambahnya.
Selain curah hujan yang tinggi, buruknya sistem drainase serta meluapnya sungai-sungai besar dan anak sungai turut memperparah kondisi banjir. Tidak hanya merendam pemukiman warga, banjir juga memutus akses jalan sehingga mengganggu aktivitas masyarakat, termasuk di sektor pertanian.
“Sebagian warga memilih mengungsi secara mandiri. Namun, untuk lokasi dengan risiko tinggi, kami tetap melakukan evakuasi guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” ungkap Dodi.
Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Bekasi, Muchlis, memastikan bahwa seluruh unsur terkait terus disiagakan untuk menangani situasi ini. Petugas di lapangan aktif memantau debit air, mendata korban terdampak, serta mendistribusikan bantuan logistik ke wilayah yang membutuhkan.
“Kami berkoordinasi dengan kecamatan, desa, TNI-Polri, PMI, serta relawan kebencanaan. Fokus utama kami adalah keselamatan warga dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak,” jelas Muchlis.
Ia juga mengimbau warga yang tinggal di bantaran sungai dan wilayah rawan banjir agar tetap waspada terhadap potensi hujan susulan. Warga diminta segera melaporkan apabila terjadi peningkatan debit air.
“Cuaca masih cukup dinamis. Kami meminta warga untuk tetap siaga dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Pemerintah daerah akan terus memantau kondisi terkini terkait cuaca dan langkah-langkah penanganan,” kata dia. (DIM)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
















