BERITACIKARANG.COM, CIBITUNG – Bulan suci Ramadan dan menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriyah membawa berkah tersendiri bagi para pengrajin dodol Betawi di Kampung Ceger, Desa Sukajaya, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi. Produksi dodol khas Betawi meningkat pesat seiring dengan tingginya permintaan konsumen.
Wulan (39), salah satu pengrajin dodol di Kampung Ceger, mengungkapkan bahwa dapurnya nyaris tak pernah sepi sejak awal Ramadan. Pesanan dodol Betawi di tempat produksinya melonjak hingga 10 kali lipat dibandingkan hari biasa.
“Untuk Ramadan menjelang Lebaran tahun ini, produksi dodol kami meningkat hingga 100 persen,” ujar Wulan saat ditemui di lokasi pembuatan dodol miliknya pada Selasa (03/03).
BACA: Sirup Mangrove, Minuman Kaya Manfaat Produksi UMKM Muaragembong
Dalam sehari, Wulan mengoperasikan lima kuali besar, masing-masing berkapasitas 90 kilogram adonan. Selama bulan Ramadan, total produksi dodolnya bisa mencapai 12 ton. Puncak penjualan biasanya terjadi pada 10 hari terakhir menjelang Idulfitri.
“Dalam sehari, kami bisa menghasilkan sekitar 450 kilogram dodol,” lanjutnya.
Beragam varian rasa menjadi daya tarik utama bagi para pembeli. Selain dodol original, Wulan juga menawarkan varian rasa cokelat dan ketan hitam dengan harga yang bervariasi, mulai dari Rp40.000 hingga Rp70.000 per kilogram.
“Hari ini kami memproduksi dodol original, ketan hitam, dan cokelat,” ungkapnya.
Kondisi serupa juga dirasakan oleh Dobleh (62), pengrajin dodol Betawi lainnya. Ia mengaku mengalami peningkatan jumlah pesanan secara bertahap sejak awal Ramadan. “Alhamdulillah, ada peningkatan sedikit demi sedikit,” kata dia.
Dobleh kini juga mengoperasikan lima kuali besar dengan kapasitas masing-masing 80 kilogram adonan. Produksi selama Ramadan jelas jauh lebih tinggi dibandingkan hari-hari biasa.
Untuk memenuhi permintaan pasar, ia menambah jumlah pekerja dari biasanya empat orang menjadi 10 hingga 20 orang yang bekerja secara bergantian untuk mengaduk adonan selama delapan jam hingga matang.
Berbagai varian dodol andalan Dobleh, seperti dodol merah, dodol hitam, wijen, wajik, hingga dodol durian, menjadi primadona para pembeli.
Harga jual dodol produksinya pun relatif stabil dibandingkan tahun lalu, yakni berkisar antara Rp45.000 hingga Rp50.000 per kilogram untuk kualitas super. (DIM)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
















