BERITACIKARANG.COM, SERANG BARU -Idul Fitri menjadi momen spesial bagi masyarakat untuk berkumpul dan bersilaturahmi dengan keluarga. Namun, bagi sebagian pedagang makanan, momen ini justru menjadi peluang untuk meningkatkan pendapatan. Salah satunya adalah Cahyadi (26), pedagang nasi goreng di Desa Jayasanpurna, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi.
Pria asal Kabupaten Kuningan itu mengaku tetap berjualan saat Lebaran karena seluruh keluarganya berada di Bekasi, sehingga tidak ada alasan untuk mudik. Keputusan ini ternyata membawa berkah tersendiri. “Ternyata rame mas. Ramenya itu pas H+1 Lebaran. Biasanya saya cuma habis 3 sampai 4 liter. Itu kemarin bisa sampai 10 liter,” ujar Cahyadi saat ditemui Senin (23/03) malam.
Menurutnya, lonjakan pembeli terjadi karena banyak masyarakat yang bosan menyantap makanan bersantan khas Lebaran. Selain itu, aktivitas silaturahmi sepanjang hari membuat sebagian orang kelelahan untuk memasak, sehingga memilih membeli makanan siap saji seperti nasi goreng.
BACA: Lonjakan Arus Mudik: 523 Ribu Kendaraan Lintasi Cikarang Melalui Tol Jakarta-Cikampek
“Ditambah banyak juga warung makan dan restoran yang masih tutup karena Lebaran,” tambahnya.
Wandi (44), salah seorang pembeli mengaku memilih nasi goreng sebagai alternatif makanan setelah seharian berkunjung ke rumah sanak saudara. “Dari pagi baru makan nasi sekali, belum kenyang. Terakhir makan nasi pagi tadi pas sarapan di rumah,” kata dia.
Hal serupa juga dirasakan oleh Nur (37), yang baru saja tiba dari kampung halamannya di Jonggol usai mudik Lebaran. Bersama suami dan anaknya, ia mencari tempat makan yang masih buka untuk mengisi perut yang lapar. Pilihan mereka jatuh pada nasi goreng buatan Cahyadi.
“Belinya dua porsi saja, nanti dibagi bertiga,” kata dia.
Momen Lebaran ini menjadi bukti bahwa peluang usaha bisa datang kapan saja, bahkan di tengah perayaan hari besar. Bagi Cahyadi, Lebaran tahun ini menjadi berkah yang tak disangka-sangka. (DIM)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

















