Banjir Berkepanjangan, Warga Puri Nirwana Residence Demo Tuntut Pertanggungjawaban Pengembang

Warga menilai banjir di Puri Nirwana Residence ini bukan semata-mata disebabkan oleh curah hujan tinggi, tetapi juga akibat buruknya sistem drainase internal perumahan yang tidak mampu mengalirkan air dengan baik.
Warga menilai banjir di Puri Nirwana Residence ini bukan semata-mata disebabkan oleh curah hujan tinggi, tetapi juga akibat buruknya sistem drainase internal perumahan yang tidak mampu mengalirkan air dengan baik.

BERITACIKARANG.COM, KARANGBAHAGIA  – Warga Perumahan Puri Nirwana Residence (PNR) di Desa Sukaraya, Kecamatan Karangbahagia, Kabupaten Bekasi kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor pemasaran perumahan mereka, Jumat (30/01) sore. Aksi ini dilakukan untuk menuntut pertanggungjawaban penuh dari pengembang, PT Nirwana Karisma, terkait banjir berkepanjangan yang melumpuhkan aktivitas warga.

Banjir yang telah berlangsung selama dua pekan ini tidak hanya mengganggu aktivitas harian, tetapi juga menutup akses pendidikan dan memengaruhi perekonomian warga. Sebelumnya, pada Februari 2023, warga juga sempat melakukan aksi serupa dengan tuntutan yang sama. Warga menilai banjir ini bukan semata-mata disebabkan oleh curah hujan tinggi, tetapi juga akibat buruknya sistem drainase internal perumahan yang tidak mampu mengalirkan air dengan baik.

Bacaan Lainnya

BACA:Warga Kepung Kantor Pemasaran Puri Nirwana Residence

Hani Rahayu (42), salah satu warga terdampak, mengungkapkan bahwa selama banjir berlangsung, warga merasa tidak mendapatkan solusi maupun bantuan dari pihak pengembang. “Dua minggu kami kebanjiran, tidak ada solusi, tidak ada bantuan. Akses tertutup, anak-anak tidak sekolah, orang tua tetap kerja harus terobos banjir. Ini jelas merugikan kami,” ungkap Hani.

Meskipun genangan air mulai surut, di beberapa titik air masih setinggi lutut orang dewasa. Hani menyebut wilayah yang paling parah terdampak adalah Blok N, Blok P, dan Blok NRT 7, yang merupakan area terendah di perumahan tersebut. Warga mendesak pengembang untuk segera mengeringkan genangan air dan memperbaiki sistem drainase secara menyeluruh agar banjir tidak terus berulang di masa mendatang.

“Kami minta hari ini air harus kering. Soal jangka panjang silakan dibahas, tapi sekarang air harus hilang dulu. Drainase di sini tidak berfungsi,” tambah Hani.

Menanggapi tuntutan warga, Legal PT Nirwana Karisma, Dewi Rosmauli, menyatakan bahwa pihak pengembang saat ini tengah fokus pada penanganan darurat banjir sesuai dengan permintaan warga.

Dewi menyebutkan bahwa mereka telah menyiapkan berbagai langkah darurat seperti memanggil petugas pemadam kebakaran (Damkar), mendirikan posko dapur umum dan medis, serta menyediakan perahu karet dan kendaraan operasional.

“Warga minta penanganan segera, dan itu yang kami lakukan. Damkar, posko, perahu karet, dan mobil operasional sudah kami siapkan. Banjir ini bukan hanya di perumahan kami, wilayah lain di Kabupaten Bekasi juga terdampak. Tapi kami tetap membantu warga,” ujar Dewi.

Namun demikian, Dewi menyatakan bahwa keputusan terkait solusi jangka panjang masih menunggu hasil koordinasi internal dengan pihak direksi.  “Kami tidak bisa mengambil keputusan sepihak. Semua hasil mediasi akan kami laporkan ke direksi,” ucapnya. (DIM)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Pos terkait