BERITACIKARANG.COM, SERANG BARU – Seorang balita perempuan berinisial I (4) yang dilaporkan tenggelam di aliran Kali Cikarang, akhirnya ditemukan oleh Tim SAR Gabungan pada Selasa (27/01) siang. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada jarak sekitar 1,7 kilometer dari lokasi awal kejadian.
“Korban ditemukan siang tadi dengan jarak penemuan kurang lebih 1,7 kilometer dari lokasi diperkirakan jatuh. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, mengambang di tepi kali,” ujar Komandan Tim Basarnas Unit Siaga SAR Bekasi, I Putu Suwartika.
Operasi pencarian dilakukan oleh Tim SAR Gabungan dengan membagi tim menjadi tiga Search and Rescue Unit (SRU). Adapun tim SAR Gabungan terdiri dari berbagai elemen, termasuk Unit Siaga SAR Bekasi, Polsek Serang Baru, Babinsa Desa Jayasampurna, Pemerintah Kecamatan Serang Baru, Pemerintah Desa Jayasampurna, BPBD Kabupaten Bekasi, KORGAD, ESLAN, Semut Rescue, SAR MTA, RTB, Senkom Rescue, FPRB Kabupaten Bekasi, FKPPI, Mitra Wijayakarta, Lingkaran Peduli, Pendekar Rescue, Katar Mustika Jaya, Katana Jatimulya, Ranting, serta dukungan masyarakat setempat.
SRU 1 menggunakan metode blender, yakni berputar di atas air untuk memunculkan korban ke permukaan. Sementara itu, SRU 2 melakukan penyisiran menggunakan perahu karet sejauh 1 kilometer, dan SRU 3 menyisir hingga sejauh 3 kilometer dari lokasi kejadian.
“Untuk kendala tidak ada. Hanya saja karena Kali Cikarang ini merupakan kali alam yang banyak dipenuhi bambu dan obstacle di aliran kali. Hal ini membuat kami cukup kesulitan untuk melakukan manuver atau penyisiran,” tambah Putu.
Setelah ditemukan, jenazah korban langsung dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman. “Korban sudah dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga,” jelas Putu.
Diiketahui, peristiwa tragis ini bermula ketika korban bermain bersama dua temannya, EC dan MEL, di bantaran Kali Cikarang yang terletak di Perumahan Grand Cikarang Village (GCV), Desa Jayasampurna, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi pada Senin (26/01) sore.
Saat itu, korban dan MEL terpeleset dan terjatuh ke aliran Kali Cikarang. MEL berhasil menyelamatkan diri, sementara korban terseret arus kali yang cukup deras meski EC sempat mencoba menolong.
Camat Serang Baru, Deni Mulyadi mengatakan peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat bermain di dekat bantaran kali atau area berbahaya lainnya.
“Ini tentu menjadi perhatian kita semua, terutama warga perumahan yang tinggal di dekat bantaran sungai agar lebih memperhatikan lagi anak-anaknya agar diawasi, jangan sampai kejadian seperti ini terulang lagi,” kata dia. (DIM)
















