Tim Ahli Cagar Budaya Dorong Perbaikan Tugu Bambu Runcing di Cikarang Barat

BERITACIKARANG.COM, CIKARANG BARAT – Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Bekasi mendorong perbaikan Tugu Bambu Runcing yang terletak di Pertigaan Warung Bongkok, Desa Sukadanau, Kecamatan Cikarang Barat. Tugu bersejarah ini mengalami kerusakan setelah ditabrak oleh sebuah mobil boks pada Jumat (13/02) lalu.

Ketua TACB Kabupaten Bekasi, Wahyudi Hapiludin Sadeli, menyatakan bahwa pihaknya saat ini sedang berkoordinasi dengan Dinas Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disbudpora) Kabupaten Bekasi untuk meminta pertanggungjawaban dari pemilik kendaraan yang menabrak tugu tersebut.

Bacaan Lainnya

“Surat sudah dikirim oleh dinas pada hari Jumat kemarin. Namun hingga saat ini belum ada informasi atau respons dari pihak penabrak. Kami akan terus berkoordinasi dengan Disbudpora untuk menindaklanjuti hal ini,” ujar Wahyudi, Senin (23/02).

Tugu Bambu Runcing, yang diresmikan pada 5 Juli 1962, telah ditetapkan sebagai Struktur Objek Diduga Cagar Budaya oleh Bupati Bekasi pada tahun 2024 lalu. Oleh karena itu, proses perbaikan tugu harus dilakukan.

BACA: Berusia Satu Abad, SDN Simpangan 01 Jadi Bangunan Cagar Budaya

“Jika langkah administratif ini tidak direspons oleh pihak penabrak, maka kami akan mengambil langkah hukum sesuai dengan regulasi tentang Cagar Budaya,” tambah Wahyudi.

Sebagai informasi, Tugu Bambu Runcing Warung Bongkok merupakan salah satu dari 34 objek yang diduga sebagai Cagar Budaya dan dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya.

Undang-undang tersebut memberikan sanksi tegas bagi pelaku perusakan, pencurian, atau pemindahan cagar budaya tanpa izin. Sanksi tersebut berupa pidana penjara hingga 15 tahun dan denda sebesar Rp 10 miliar, yang berlaku baik untuk individu maupun perusahaan.

“Kami meminta pihak yang bertanggung jawab atas kerusakan ini untuk segera mengambil tindakan. Jika tidak, mereka dapat dikenakan sanksi pidana dan denda sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” jelas Wahyudi.

Wahyudi juga menekankan pentingnya keberadaan Tugu Bambu Runcing sebagai simbol sejarah perjuangan rakyat Bekasi. Selain menjadi hiasan di jalur Pantura, tugu ini juga merupakan identitas daerah yang harus dijaga bersama-sama.

“Tugu Bambu Runcing ini bukan sekadar ornamen jalan, tetapi memiliki nilai sejarah yang tinggi dan menjadi ikon daerah. Kami berharap tugu ini dapat segera diperbaiki dan kembali seperti semula,” pungkas Wahyudi. (DIM)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Pos terkait