BERITACIKARANG.COM, CIKARANG PUSAT – Panglima Viking Bekasi, Andre Jati mengaku prihatin dengan adanya insiden perusakan dan pelemparan bangku penonton ke arah petugas kepolisian yang dilakukan oleh oknum bobotoh di Stadion Wibawa Mukti, Selasa (07/11) malam.
BACA : Jangan ditiru! Persib Kalah, Oknum Bobotoh Rusak dan Lempar Bangku Stadion Wibawa Mukti
Seperti diketahui insiden perusakan dan pelemparan bangku penonton ke arah lapangan terjadi beberapa saat setelah wasit Faulur Rosy yang memimpin pertandingan Final Liga 1 U-19 antara Persib dan Persipura meniup peluit tanda pertandingan berakhir. Saat itu Persib gagal meraih gelar juara usai takluk dari Persipura dengan skor tipis 0-1.
Selain merusak dan melempar bangku penonton ke arah petugas kepolisian, para pendukung fanatik Persib pun menyalakan flare lalu melemparnya ke dalam lapangan.
“Saya akui, saya pribadi memang sangat kecewa dengan adanya kejadian semalam dan saya juga tidak mengira akan terjadi kejadian seperti itu. Kalau boleh dikata, mungkin ini pertama kali di Indonesia ada kursi penonton berterbangan. Di stadion manapun saya rasa nggak ada,” kata Andre Jati saat dihubungi melalui telefon seluler, Rabu (08/11).
Meski demikian, ia mengatakan peristiwa tersebut tidak akan terjadi jika tidak ada pemicu awal. Salah satunya adalah banyaknya bangku stadion yang sebelumnya memang sudah rusak, bergeletakan di tribun.
“Sejak semifinal memang ada banyak bangku stadion yang sudah berada dalam kondisi rusak, bergeletakan sehingga itu saya kira jadi pemicu saat para supporter meluapkan kekecewaannya atas hasil pertandingan,” ucapnya.
Seharusnya, kata dia, pihak pengelola stadion Wibawa Mukti sudah bisa mengantisipasi hal itu. Salah satunya adalah dengan menghindari pemicu terjadinya insiden tersebut, yakni merapihkan atau membersihkan bangku penonton yang rusak.
“Dan harusnya kan sebelum ada pertandingan, tribun itu memang harus disterilkan dari hal-hal yang mengundang anarkis,” tandasnya. (BC)