BERITACIKARANG.COM, CIBITUNG – Polisi masih mendalami kasus kematian seorang pengusaha tenda berinisial E (60) di Kampung Utan Salak, Desa Kertamukti, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi.
Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Sumarni, mengungkapkan bahwa pihak kepolisian tengah melakukan proses penyidikan secara menyeluruh. “Saat ini masih dalam tahap pendalaman dan penyidikan,” kata dia, Jumat (10/4).
Sebagai bagian dari upaya pengungkapan kasus, polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa sejumlah saksi, serta mengumpulkan berbagai alat bukti. “Kemarin kami sudah melaksanakan olah TKP, pemeriksaan saksi-saksi, dan pencarian alat bukti yang relevan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Sumarni menegaskan bahwa motif di balik kematian pengusaha tersebut masih dalam proses investigasi. “Motifnya masih kami dalami. Mohon bersabar, nanti akan kami rilis jika sudah ada kejelasan,” tambahnya.
BACA: Pengusaha Tenda di Cibitung Ditemukan Tewas Bersimbah Darah
Sebelumnya, seorang wanita paruh baya berinisial E (60), yang diketahui berprofesi sebagai pengusaha tenda, ditemukan tewas bersimbah darah di rumahnya di Kampung Utan Salak, Desa Kertamukti, Kecamatan Cibitung, pada Kamis (09/04). Jasad korban pertama kali ditemukan oleh pegawai korban dan warga sekitar yang merasa curiga karena tidak ada respons dari dalam rumah.
Ketua RW setempat, Aming (55), menjelaskan awalnya pintu rumah korban terkunci dari dalam. Setelah didobrak, korban ditemukan tergeletak di ruang tengah dengan kondisi mengenaskan. “Awalnya nggak ada orang, pas dibuka kondisi sudah terkapar di ruang tengah. Saya lihat luka di bagian kepala. Kurang jelas juga luka bacok atau apa,” kata dia.
Adik ipar korban, Rahman (47), menjelaskan bahwa pegawai korban sempat menghubungi anak korban sebelum pintu rumah didobrak. “Pintu tertutup dari dalam, terus dia (pegawai korban) telepon anaknya. Akhirnya digedor pintunya, terus didobrak ternyata udah banyak darah,” ungkap Rahman.
Rahman juga menambahkan bahwa korban selama ini tinggal seorang diri meskipun anak-anaknya tinggal tidak jauh dari rumah tersebut. Korban dikenal sebagai sosok yang cenderung tertutup dan tidak ingin diganggu. “Sendiri (tinggalnya), dia itu nggak mau diganggu sama yang lain,” tambahnya. (DIM)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

















