PKB Kabupaten Bekasi Tolak Full Day School

Ketua DPC PKB Kabupaten Bekasi, Abdul Kholik (Kiri) bersama dengan Ketua PCNU Kabupaten Bekasi, Bagus Lukito (Kanan) saat menyambangi Pondok Pesantren Al Husna Waziyadah, Desa Sukamurni, Kecamatan Sukakarya beberapa waktu lalu.
Ketua DPC PKB Kabupaten Bekasi, Abdul Kholik (Kiri) bersama dengan Ketua PCNU Kabupaten Bekasi, Bagus Lukito (Kanan) saat menyambangi Pondok Pesantren Al Husna Waziyadah, Desa Sukamurni, Kecamatan Sukakarya beberapa waktu lalu.

BERITACIKARANG.COM, CIKARANG PUSAT  – Dewan Pimpinan Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Bekasi menolak kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy terkait rencana penerapan Full Day School.

Ketua DPC PKB Kabupaten Bekasi, Abdul Kholik menegaskan dengan adanya penerapan Full Day School maka generasi muda nantinya akan dijauhkan dari para pengajar yang berasal dari kalangan Kyai atau Ulama.

Bacaan Lainnya

“Dan sekolah – sekolah yang sudah tumbuh sejak lama, yang sudah menjadi tradisi masyarakat dan sumber kekuatan moral mendidik islam yang ramah dan cinta tanah air, seperti Madrasah Diniyyah, otomatis akan tutup,” tegasnya, Selasa (15/08) sore.

Penolakan itu, kata Abdul Kholik, tidak lain merupakan perjuangan yang harus dilakukan oleh setiap umat Islam yang cinta ilmu agama dari para Kyai, Ulama, dsb. “Kalau bukan orang islam yang cinta ilmu agama dari ulama, siapa lagi yang memperjuangkannya?,” ucapnya.

“Ustadz-ustadz pengajar tidak akan merugi kalau madrasah tutup , tapi kelangsungan bangsa ini jelas akan sangat merugi,” imbuhnya. (BC)

Pos terkait